Pilkada 2020 Digelar 9 Desember, KPU di Sulsel Butuh Tambahan Anggaran
Sabtu, 30 Mei 2020 - 00:40 WIB
loading...
Penyelenggaraan pilkada 2020 yang dilaksanakan di tengah pandemi berdampak pada kebutuhan anggaran yang membengkak. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Jajaran KPU kabupaten dan kota di Sulsel mulai merencanakan rekonstruksi simulasi kebutuhan anggaran untuk pilkada yang digelar 9 Desember 2020. Anggaran diprediksi membengkak lantaranpilkada akan digelar di tengah pandemi virus corona atau COVID-19.
Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir tak menampik potensi pembengkakan anggaran pilkada 2020. Dia memprediksi, tambahan anggaran untuk penyelenggaraan pilkada tidak akan sedikit.
"Anggaran pasti perlu bertambah, tapi kami belum tahu harus komunikasi dengan Pemda atau APBN. Kami juga sudah menyampaikan (ke KPU RI) memang butuh tambahan anggaran. Kami belum menghitung secara teknis itu, tapi sepertinya banyak (anggaran)," kata Faisal saat dihubungi, Jumat (29/5/2020).
Baca juga: Anggaran Pilkada Membengkak, KPU Minta Dukungan DPR dan Pemerintah
Dia menjelaskan, menggelar pilkada di tengah pandemi COVID-19 menjadi alasan bagi KPU membutuhkan anggaran lebih banyak. Khususnya terkait wacana penambahan tempat pemungutan suara (TPS) nanti saat pemilihan.
Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir tak menampik potensi pembengkakan anggaran pilkada 2020. Dia memprediksi, tambahan anggaran untuk penyelenggaraan pilkada tidak akan sedikit.
"Anggaran pasti perlu bertambah, tapi kami belum tahu harus komunikasi dengan Pemda atau APBN. Kami juga sudah menyampaikan (ke KPU RI) memang butuh tambahan anggaran. Kami belum menghitung secara teknis itu, tapi sepertinya banyak (anggaran)," kata Faisal saat dihubungi, Jumat (29/5/2020).
Baca juga: Anggaran Pilkada Membengkak, KPU Minta Dukungan DPR dan Pemerintah
Dia menjelaskan, menggelar pilkada di tengah pandemi COVID-19 menjadi alasan bagi KPU membutuhkan anggaran lebih banyak. Khususnya terkait wacana penambahan tempat pemungutan suara (TPS) nanti saat pemilihan.
Lihat Juga :