Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Akibat Pandemi COVID-19, Pengiriman Pekerja Migran dari Jabar Terhambat

loading...
Akibat Pandemi COVID-19, Pengiriman Pekerja Migran dari Jabar Terhambat
Disnakertrans Jabar, dan ISO Jepang menggagas kerjasama pengurangan pengangguran di Jabar. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
BANDUNG - Pandemi COVID-19, berdampak serius terhadap pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Jawa Barat. Pengiriman PMI dari Jabar, mengalami penurunan cukup signifikan. Selain itu, angka pengangguran terbuka di Jabar tercatat terus meningkat setiap tahunnya.

Baca juga: Hendak Dijual ke Singapura, Belasan Wanita Cantik Berhasil Diselamatkan BP2MI

Menurut Kabid Penempatan, Perluasan, Tenaga kerja dan Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jabar, Hendra K Sumantri, realisasi pengiriman pekerja migran ke sejumlah negara merosot drastis. Hingga pertengahan 2021, baru tercapai sekitar 7.000 orang.





"Padahal sebelum pandemi COVID-19 bisa mencapai 53.000 orang. Secara peluang sebenarnya masih cukup besar, tapi ini juga terkait kebijakan beberapa negara terhadap masuknya warga negara asing," kata Hendra.

Baca juga: Diduga Penyandang Dana Kelompok Teroris, Manajer Lembaga Zakat Diringkus Densus 88 Saat ke Masjid

Menurut dia, pihaknya terus menggenjot pekerja migran berkeahlian menyasar sejumlah negara potensial. Seperti Malaysia, Jepang, Taiwan, Arab Saudi, Korea Selatan, Brunei Darussalam, dan lainnya. Mayoritas keahlian yang dibutuhkan adalah tenaga perawat.

Berbagai program terus digencarkan, untuk mengirimkan tenaga kerja berkeahlian ke luar negeri. Apalagi, Pemprov Jabar sendiri menargetkan pengurangan angka pengangguran terbuka yang saat ini sekitar 2,1 juta orang.

Baca juga: Rayakan 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Perupa Blitar Sampaikan Keprihatinan di Istana Gebang
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top