Angka Kematian Akibat COVID-19 di Jatim Tinggi, Sehari Rata-rata 300 Pasien Meninggal
Selasa, 10 Agustus 2021 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Garang Saat Tarung Bebas di Jalanan Makassar, Para Petarung Nangis Dijemput Keluarganya
Data Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim juga menunjukkan, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jatim mencapai 80,62 persen. Angka itu lebih rendah dibanding Banten yang mencapai 85,37 persen, DKI Jakarta 97,22 persen, Jawa Barat 85,41 persen dan Jawa Tengah 84,32 persen.
Secara akumulatif, jumlah pasien COVID-19 di Jatim yang meninggal dunia sebanyak 23,292 kasus. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi secara nasional. Disusul Jawa Tengah sebanyak 23.007 kasus, DKI Jakarta 12.812 kasus, Jawa Barat sebanyak 10.497 kasus dan Yogyakarta 3.957 kasus.
Baca juga: Terjebak Pandemi COVID-19 di Bali dan Kehabisan Uang, Ibu Muda Asal Tanzania Ngamuk
"Salah satu penyebab tingginya angka kematian COVID-19 adalah terlambat mendapat penanganan. Banyak pasien COVID-19 yang datang ke rumah sakit dengan saturasi oksigennya dibawah 90. Sementara di UGD mereka masih antre," ujar Joni.
Data Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim juga menunjukkan, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jatim mencapai 80,62 persen. Angka itu lebih rendah dibanding Banten yang mencapai 85,37 persen, DKI Jakarta 97,22 persen, Jawa Barat 85,41 persen dan Jawa Tengah 84,32 persen.
Secara akumulatif, jumlah pasien COVID-19 di Jatim yang meninggal dunia sebanyak 23,292 kasus. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi secara nasional. Disusul Jawa Tengah sebanyak 23.007 kasus, DKI Jakarta 12.812 kasus, Jawa Barat sebanyak 10.497 kasus dan Yogyakarta 3.957 kasus.
Baca juga: Terjebak Pandemi COVID-19 di Bali dan Kehabisan Uang, Ibu Muda Asal Tanzania Ngamuk
"Salah satu penyebab tingginya angka kematian COVID-19 adalah terlambat mendapat penanganan. Banyak pasien COVID-19 yang datang ke rumah sakit dengan saturasi oksigennya dibawah 90. Sementara di UGD mereka masih antre," ujar Joni.
(eyt)
Lihat Juga :