100.000 Alat Tes Covid-19 RT PCR Bakal Diproduksi Bio Farma
Selasa, 21 April 2020 - 10:23 WIB
loading...
PT Bio Farma (Persero) akan memproduksi 100.000 alat pendeteksi Covid-19, Rapid Test berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Foto/Ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Sebanyak 100 ribu alat pendeteksi Covid-19, berupa Rapid Test berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), bakal diproduksi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bio Farma.
Untuk memproduksinya, Bio Farma memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 15.000 per hari. Untuk tahap awal, Bio Farma bakal memproduksi perdana sebanyak untuk 50.000 test atau setara 2.000 kit pada bulan Mei 2020.
"Setelah itu, dalam waktu dekat, akan memenuhi kapasitas produksinya sebanyak 4.000 kit atau setara dengan 100.000 alat tes," kata Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir dalam siaran persnya, Selasa (12/4/2020).
Menurut dia, tes kit berbasis RT-PCR ini telah memenuhi Golden Standard dalam pemeriksaan Covid-19. Alat ini juga mampu mendiagnosis status positif atau negatif dari sampel swab yang berasal dari pasien yang terduga terpapar oleh Covid-19.
Keterlibatan Induk Holding BUMN Farmasi, Bio Farma Dalam produksi RT-PCR kit ini, tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Nomor 72 Tahun 2020 Tentang Task Force dan Inovasi Teknologi Penanganan Covid-19 (TFRIC19) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Untuk memproduksinya, Bio Farma memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 15.000 per hari. Untuk tahap awal, Bio Farma bakal memproduksi perdana sebanyak untuk 50.000 test atau setara 2.000 kit pada bulan Mei 2020.
"Setelah itu, dalam waktu dekat, akan memenuhi kapasitas produksinya sebanyak 4.000 kit atau setara dengan 100.000 alat tes," kata Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir dalam siaran persnya, Selasa (12/4/2020).
Menurut dia, tes kit berbasis RT-PCR ini telah memenuhi Golden Standard dalam pemeriksaan Covid-19. Alat ini juga mampu mendiagnosis status positif atau negatif dari sampel swab yang berasal dari pasien yang terduga terpapar oleh Covid-19.
Keterlibatan Induk Holding BUMN Farmasi, Bio Farma Dalam produksi RT-PCR kit ini, tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Nomor 72 Tahun 2020 Tentang Task Force dan Inovasi Teknologi Penanganan Covid-19 (TFRIC19) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Lihat Juga :