Terdampak PPKM, Janda Empat Anak Bertahan Hidup Jadi Pemulung di Bandung
Sabtu, 31 Juli 2021 - 11:55 WIB
loading...
Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi saat bertemu dengan Cucu Nia dan kedua anaknya yang kini terpaksa menjadi pemulung untuk bertahan hidup setelah terdampak PPKM. Foto/Tangkapan layar Dedi Mulyadi Channel
A
A
A
BANDUNG - Pandemi COVID-1 9 memaksa semua orang untuk bertahan hidup di tengah kondisi yang serba sulit. Asalkan halal, apapun dikerjakan agar menghasilkan uang dan tetap bisa makan.
Hal itu pulalah yang dialami seorang janda empat anak bernama Cucu Nia. Bersama dua anaknya yang masih kecil, setiap hari Cucu kini berkeliling Kota Bandung untuk mencari barang rongsokan demi bertahan hidup. Baca juga:
Survei PPKM Darurat Diperpanjang atau Tidak, Begini Jawaban 44,3% Responden
Menjadi pemulung terpaksa dia lakukan setelah pekerjaan sebelumnya sebagai penjual kopi di kawasan Alun-alun Kota Bandung ditinggalkan akibat terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Kisah pilu Cucu dan kedua anaknya itu terungkap setelah anggota DPR RI, Dedi Mulyadi menemui Cucu dan kedua anaknya yang masih kecil tengah mencari rongsokan di seputaran Kota Bandung yang kemudian dibagikan Dedi Mulyadi melalui akun Youtube-nya, Dedi Mulyadi Channel. "Awalnya saya jualan kopi di Alun-alun pak, biasanya sampai jam 5 subuh, tapi (karena PPKM ) kan sekarang tutup," ungkapnya.
Cucu mengaku, setiap harinya, dia kerap mendapatkan uang sekitar Rp16.000 dari profesi barunya sebagai pemulung. Dengan penghasilannya yang minim itu, Cucu pun hanya bisa menutupi kebutuhan makan dia dan keempat anaknya.
Hal itu pulalah yang dialami seorang janda empat anak bernama Cucu Nia. Bersama dua anaknya yang masih kecil, setiap hari Cucu kini berkeliling Kota Bandung untuk mencari barang rongsokan demi bertahan hidup. Baca juga:
Survei PPKM Darurat Diperpanjang atau Tidak, Begini Jawaban 44,3% Responden
Menjadi pemulung terpaksa dia lakukan setelah pekerjaan sebelumnya sebagai penjual kopi di kawasan Alun-alun Kota Bandung ditinggalkan akibat terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Kisah pilu Cucu dan kedua anaknya itu terungkap setelah anggota DPR RI, Dedi Mulyadi menemui Cucu dan kedua anaknya yang masih kecil tengah mencari rongsokan di seputaran Kota Bandung yang kemudian dibagikan Dedi Mulyadi melalui akun Youtube-nya, Dedi Mulyadi Channel. "Awalnya saya jualan kopi di Alun-alun pak, biasanya sampai jam 5 subuh, tapi (karena PPKM ) kan sekarang tutup," ungkapnya.
Cucu mengaku, setiap harinya, dia kerap mendapatkan uang sekitar Rp16.000 dari profesi barunya sebagai pemulung. Dengan penghasilannya yang minim itu, Cucu pun hanya bisa menutupi kebutuhan makan dia dan keempat anaknya.
Lihat Juga :