Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Terdampak PPKM, Janda Empat Anak Bertahan Hidup Jadi Pemulung di Bandung

loading...
Terdampak PPKM, Janda Empat Anak Bertahan Hidup Jadi Pemulung di Bandung
Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi saat bertemu dengan Cucu Nia dan kedua anaknya yang kini terpaksa menjadi pemulung untuk bertahan hidup setelah terdampak PPKM. Foto/Tangkapan layar Dedi Mulyadi Channel
BANDUNG - Pandemi COVID-1 9 memaksa semua orang untuk bertahan hidup di tengah kondisi yang serba sulit. Asalkan halal, apapun dikerjakan agar menghasilkan uang dan tetap bisa makan.

Hal itu pulalah yang dialami seorang janda empat anak bernama Cucu Nia. Bersama dua anaknya yang masih kecil, setiap hari Cucu kini berkeliling Kota Bandung untuk mencari barang rongsokan demi bertahan hidup. Baca juga:
Survei PPKM Darurat Diperpanjang atau Tidak, Begini Jawaban 44,3% Responden

Menjadi pemulung terpaksa dia lakukan setelah pekerjaan sebelumnya sebagai penjual kopi di kawasan Alun-alun Kota Bandung ditinggalkan akibat terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kisah pilu Cucu dan kedua anaknya itu terungkap setelah anggota DPR RI, Dedi Mulyadi menemui Cucu dan kedua anaknya yang masih kecil tengah mencari rongsokan di seputaran Kota Bandung yang kemudian dibagikan Dedi Mulyadi melalui akun Youtube-nya, Dedi Mulyadi Channel. "Awalnya saya jualan kopi di Alun-alun pak, biasanya sampai jam 5 subuh, tapi (karena PPKM ) kan sekarang tutup," ungkapnya.



Cucu mengaku, setiap harinya, dia kerap mendapatkan uang sekitar Rp16.000 dari profesi barunya sebagai pemulung. Dengan penghasilannya yang minim itu, Cucu pun hanya bisa menutupi kebutuhan makan dia dan keempat anaknya.

"Kalau kontrakan (rumah) mah belum kebayar pak, sebulan Rp400.000," sebut Cucu yang mengaku kini kesulitan membayar kontrakan rumahnya.

Tidak hanya itu, akibat kesulitan biaya, Cucu pun mengaku bahwa keempat anaknya kini tidak bersekolah. Cucu berharap, dengan kondisi yang lebih baik nanti, anak-anaknya bisa kembali bersekolah.

Cucu yang berasal dari Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang itu telah lama bercerai dengan suaminya dan memutuskan mengadu nasib ke Kota Bandung setelah rumahnya di Sumedang tergusur akibat pembangunan Waduk Jatigede.

Cucu sendiri sebenarnya telah mengantongi Kartu Keluarga Sejahtera. Namun, kata Cucu, hingga saat ini, bantuan dari pemerintah tak kunjung datang ke rekening kartunya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top