Rebutan Janda, Pegawai Minimarket di Jombang Tewas Ditusuk Tukang Cukur

Jum'at, 10 Januari 2025 - 07:16 WIB
loading...
Rebutan Janda, Pegawai...
Seorang pegawai minimarket tewas di tempat cukur rambut dengan kondisi mengenaskan, Kamis (9/1/2025) malam. FOTO/MUHKTAR BAGUS
A A A
JOMBANG - Warga Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, gempar, tengah malam tadi. Seorang pegawai minimarket tewas di tempat cukur rambut dengan kondisi mengenaskan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pegawai minimarket Bernama Septian Adi Ferdiansyah (24) terlibat perkelahian dengan seorang tukang potong rambut, Febri Wahyudi (26), di dalam barbershop. Warga Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang itu menusuk leher dan dada korban dengan pisau lipat yang dibawanya. Akibat serangan itu, Septian Adi, warga asal Desa Pakis, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, langsung roboh bersimbah darah dan tewas seketika.

Petugas yang melakukan olah TKP segera mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Jombang untuk dilakukan autopsi. Sementara itu, tersangka Febri Wahyudi langsung ditangkap dan diamankan di Mapolsek Jombang.



Motif pasti perkelahian yang berujung maut ini belum diketahui. Namun, beredar kabar bahwa insiden tersebut dipicu oleh persoalan perebutan wanita antara korban dan tersangka.

Korban dan pelaku saling mengenal karena lokasi kerja mereka berdekatan. Minimarket tempat korban bekerja dan barbershop Masterpiece tempat pelaku bekerja berada di Desa Sengon.

Sebelum kejadian, sekitar pukul 22.30 WIB, pelaku yang sedang libur mendatangi barbershop tersebut. Kepada kasir, pelaku mengatakan sedang menunggu temannya.

Tak lama kemudian, korban datang dan bertemu dengan pelaku. Keduanya terlibat perkelahian hingga berujung pada aksi pelaku yang menusukkan pisau lipat ke leher dan dada korban.

Kapolsek Jombang AKP Soesilo menjelaskan, pihaknya telah mengamankan tersangka beserta barang bukti berupa pisau. Sementara korban tewas telah dievakuasi ke RSUD Jombang untuk dilakukan otopsi.

"Untuk kronologi penyebabnya, masih kita dalami," kata Soesilo, Jumat (10/1/2025) dini hari.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2025 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1631 seconds (0.1#10.140)