Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Kampung Pematang, Jejak Raja Siantar yang Masih Tersisa

loading...
Kampung Pematang, Jejak Raja Siantar yang Masih Tersisa




Pada tahun 1904, Raja Sang Nawaluh, ditangkap Belanda dan dua tahun berselang diasingkan ke Bengkalis, Riau. Di sana pula Raja Siantar yang sudah matang dalam memimpin rakyat, mulai mensyiarkan Islam.

Sang Nawaluh, sempat menjadi guru mengaji dan dikenal sebagai ulama di daerah pengasingannya, hingga menghembuskan nafas terakhir di Bengkalis dan di sana pula, pusaranya didirikan sebagai tokoh masyarakat setempat.

Menurut Rudi cucu Raja Sang Nawaluh, Tuan Syah Damanik pernah berkeinginan memindahkan makamnya ke kota kelahiran di Pematangsiantar.

"Tapi pemerintah kabupaten Bengkalis menolak, lantaran menganggap Sang Nawaluh adalah bagian dari masyarakat Bengkalis. Selama hidup di sana, beliau mengajar ngaji, pertanian, pemerintahan dan lainnya," sebut Rudi.

Meski Raja Sang Nawaluh dimakamkan di Bengkalis, namun tempat kelahirannya di Kampung Pematang masih tetap dikenang sebagai kampung raja Siantar.
(don)
halaman ke-2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top