Kampung Pematang, Jejak Raja Siantar yang Masih Tersisa

Sabtu, 17 Juli 2021 - 05:03 WIB
loading...
Kampung Pematang, Jejak...
Kampung Pematang di kelurahan Simalungun, kecamatan Siantar Selatan.Foto SINDOnews
A A A
PEMATANGSIANTAR - Siantar merupakan kerajaan, salah satu kerajaan sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, dan saat ini menjadi Kota Pematangsiantar. Pematangsiantar berkedudukan di Pulau Holing atau sekarang dikenal dengan nama kampung Pematang dan raja terakhir yang memimpin adalah Tuan Sang Nawaluh Damanik yang memegang kekuasaan raja tahun 1906.

Kampung Pematang yang terletak di kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar, merupakan kampung Tuan Sang Nawaluh Damanik, Raja ke 14 Kerajaan Siantar. Baca juga: Bangunan Candi Peninggalan Ratu Shima di Abad ke-7 Ditemukan di Pekarangan Warga Rowosari Kendal

Raja Sangnaualuh lahir pada 24 April tahun 1871 di Rumah Bolon atau istana raja Siantar di kelurahan Simalungun yang dikenal dengan nama kampung Pematang di Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar.

Dalam perbincangan dengan Tuan Rudi Damanik, keturunan kelima paman Sang Nawaluh Damanik bernama Tuan Itam Damanik belum lama ini mengisahkan, kejayaan Sangnaualuh dapat dilihat di Pematang.

Di Pematang masih ada pesanggrahan, tempat bermusyawarah raja- raja, kompleks Jorat yang merupakan pemakaman dan pusat tradisi kerajaan sebelum mengenal Islam dan rumah batu, istana Kerajaan Siantar.

"Sampai saat ini jejak kebesaran Raja Siantar Tuan Sann Nawakuh Damanik masih dapat dilihat di kelurahan Pematang," ujar Rudi. Baca juga: Kapolres Minta Pimpinan Rumah Sakit di Pematangsiantar Dukung Vaksinasi Massal

Rudi menambahkan, di Kelurahan Pematang masih terdapat peninggalan kejayaan Raja Siantar seperti, pesanggrahan, tempat bermusyawarah raja-raja, kompleks Jorat yang merupakan pemakaman dan pusat tradisi kerajaan sebelum mengenal Islam dan rumah batu, istana Kerajaan Siantar.

Hingga saat ini hari kelahiran Raja Sang Nawaluh Damanik, menjadi hari lahirnya Kota Pematangsiantar. Setiap tahun makam atau komplek Jorat di kelurahan Pematang akan diziarahi oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) yang biasanya dipimpin langsung walikota Pematangsiantar.

Nama Raja Sang Nawaluh tidak hanya dikenal di kalangan masyarakat kota Pematangsiantar dan Simalungun, namun kiprahnya juga dikenal sampai ke Bengkalis, Riau, di mana ia mengakhiri hayatnya di sana pada 9 Februari tahun 1913.

Kampung Pematang, Jejak Raja Siantar yang Masih Tersisa


Pada tahun 1904, Raja Sang Nawaluh, ditangkap Belanda dan dua tahun berselang diasingkan ke Bengkalis, Riau. Di sana pula Raja Siantar yang sudah matang dalam memimpin rakyat, mulai mensyiarkan Islam.

Sang Nawaluh, sempat menjadi guru mengaji dan dikenal sebagai ulama di daerah pengasingannya, hingga menghembuskan nafas terakhir di Bengkalis dan di sana pula, pusaranya didirikan sebagai tokoh masyarakat setempat.

Menurut Rudi cucu Raja Sang Nawaluh, Tuan Syah Damanik pernah berkeinginan memindahkan makamnya ke kota kelahiran di Pematangsiantar.

"Tapi pemerintah kabupaten Bengkalis menolak, lantaran menganggap Sang Nawaluh adalah bagian dari masyarakat Bengkalis. Selama hidup di sana, beliau mengajar ngaji, pertanian, pemerintahan dan lainnya," sebut Rudi.

Meski Raja Sang Nawaluh dimakamkan di Bengkalis, namun tempat kelahirannya di Kampung Pematang masih tetap dikenang sebagai kampung raja Siantar.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekolah Rakyat di Sumut...
Sekolah Rakyat di Sumut Melaju Cepat, Progres Sejumlah Lokasi Lampaui Target
Prabowo 5 Kali Kunjungi...
Prabowo 5 Kali Kunjungi Daerah Bencana, Istana: Ingin Pastikan Pemulihan Berjalan Cepat
Bagak Marnatal 2025...
Bagak Marnatal 2025 Menggetarkan Kota Siantar
Bagak Marnatal Hidupkan...
Bagak Marnatal Hidupkan Suasana Natal di Siantar Besok
Massa Reuni 212 Salat...
Massa Reuni 212 Salat Gaib untuk Korban Bencana Aceh, Sumut, Sumbar
Gempa M5,0 Guncang Nias...
Gempa M5,0 Guncang Nias Selatan Sumut, Dirasakan di Sibolga hingga Padang Sidimpuan
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Kepala BGN Diganti,...
Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu
Istana soal Polemik...
Istana soal Polemik 1.098 Sapi Kurban Presiden: Bantuan Pemerintah ke Masyarakat
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Saat Banyak Kreator...
Saat Banyak Kreator Bersaing Ketat, Refa Ardhi Justru Torehkan Pencapaian Besar
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Berita Terkini
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
DPRD Klungkung Perkuat...
DPRD Klungkung Perkuat Pengawasan, Pastikan WTP Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved