PPKM Darurat Sudah Sepekan Dilaksanakan, COVID-19 di Sleman Belum Terkendali
Sabtu, 10 Juli 2021 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Blitar Gempar, Istri Tewas Telanjang di Kamar dan Suami Ditemukan Gantung Diri
"Kemudian Kapanewonan Godean 25 kasus , Pakem dan Minggir 19 kasus, Seyegan dan Turi 17 kasus, Tempel 16 kasus, Prambanan 13 kasus, serta Cangkringan dan Moyudan masing-masing 10 kasus," paparnya.
Sementara untuk pasien COVID-19 yang meninggal dunia bertambah 21 kasus. Paling banyak di Kapanewonan Gamping empat kasus, Mlati tiga kasus. Masing-masing dua kasus di Depok, Berbah dan Tempel, serta satu kasus di Kapanewonan Godean, Minggir, Seyeganm, Berbah, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, dan Pakem. "Untuk pasien yang sembuh bertambah 95 kasus," jelasnya.
Baca juga: Usai Gempa Magnitudo 6,2 BMKG Mencatat 19 Kali Gempa Susulan di Melonguane Sulut
Secara akumulasi hingga Jumat (9/7/2021) kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman, terkonfirmasi ada 26.778 kasus. Rinciannya dirawat 6.025 kasus, sembuh 19.932 kasus, dan meninggal dunia 821 kasus.
"Kemudian Kapanewonan Godean 25 kasus , Pakem dan Minggir 19 kasus, Seyegan dan Turi 17 kasus, Tempel 16 kasus, Prambanan 13 kasus, serta Cangkringan dan Moyudan masing-masing 10 kasus," paparnya.
Sementara untuk pasien COVID-19 yang meninggal dunia bertambah 21 kasus. Paling banyak di Kapanewonan Gamping empat kasus, Mlati tiga kasus. Masing-masing dua kasus di Depok, Berbah dan Tempel, serta satu kasus di Kapanewonan Godean, Minggir, Seyeganm, Berbah, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, dan Pakem. "Untuk pasien yang sembuh bertambah 95 kasus," jelasnya.
Baca juga: Usai Gempa Magnitudo 6,2 BMKG Mencatat 19 Kali Gempa Susulan di Melonguane Sulut
Secara akumulasi hingga Jumat (9/7/2021) kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman, terkonfirmasi ada 26.778 kasus. Rinciannya dirawat 6.025 kasus, sembuh 19.932 kasus, dan meninggal dunia 821 kasus.
(eyt)
Lihat Juga :