PPKM Darurat Sudah Sepekan Dilaksanakan, COVID-19 di Sleman Belum Terkendali
Sabtu, 10 Juli 2021 - 11:00 WIB
loading...
Sepekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Sleman, belum mampu mengendalikan laju pertambahan kasus COVID-19. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SLEMAN - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, telah sepekan dilaksanakan. Laju penularan COVID-19 di wilayah Kabupaten Sleman belum terkendali. Bahkan, pada Jumat (9/7/2021) jumlahnya penambahannya meroket, yaitu mencapai 619 kasus.
Baca juga: Vaksinasi COVID-19 Dikebut, Gresik Targetkan 20 Ribu Dosis Setiap Hari
Penambahan kasus COVID-19 tersebut, tercatat sebagai kasus harian tertinggi di Kabupaten Sleman. "Jumat penambahan kasus COVID-19 di Sleman cukup tinggi," kata Kabag Humas Pemkab Sleman, Savitri Nurmali Dewi, Sabtu (10/7/2021).
Empat kapanewoan tercatat paling banyak penambahan kasusnya , masing-masing Kapenewonan Ngaglik 105 kasus, Depok 82 kasus, Sleman 68 kasus ,dan Mlati 52 kasus. Untuk kapanewon lainnya di bawah 50 kasus. Yakni Kapenwonan Gamping 45 kasus, Ngemplak 44 kasus, Kalasan 42 kasus, dan Berbah 35 kasus.
Baca juga: Vaksinasi COVID-19 Dikebut, Gresik Targetkan 20 Ribu Dosis Setiap Hari
Penambahan kasus COVID-19 tersebut, tercatat sebagai kasus harian tertinggi di Kabupaten Sleman. "Jumat penambahan kasus COVID-19 di Sleman cukup tinggi," kata Kabag Humas Pemkab Sleman, Savitri Nurmali Dewi, Sabtu (10/7/2021).
Empat kapanewoan tercatat paling banyak penambahan kasusnya , masing-masing Kapenewonan Ngaglik 105 kasus, Depok 82 kasus, Sleman 68 kasus ,dan Mlati 52 kasus. Untuk kapanewon lainnya di bawah 50 kasus. Yakni Kapenwonan Gamping 45 kasus, Ngemplak 44 kasus, Kalasan 42 kasus, dan Berbah 35 kasus.
Lihat Juga :