Petani Bali Didorong Ikut Asuransi Pertanian, Ini Alasannya
Selasa, 06 Juli 2021 - 06:55 WIB
loading...
Kementan mendorong petani Bali ikut asuransi pertanian.Foto/ist
A
A
A
DENPASAR - Kementerian Pertanian mendorong petani Bali ikut asuransi pertanian . Hal itu guna memberikan perlindungan lahan pertanian mereka dari ancaman kerusakan tanaman akibat bencana alam maupun hama.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Ali Jamil mengatakan, banyak manfaat asuransi yang bisa didapat petani. "Ketika terjadi gagal panen maka petani akan mendapat pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektar per musim," katanya di Bangli.
Dia menjelaskan, Asuransi akan membantu petani menghindari kerugian jika terjadi gagal panen. Sebab pertanian amat rentan terdampak perubahan iklim serta serangan organisme pengganggu tanaman.
Baca juga: Minahasa Selatan Heboh! Dua Ekor Buaya Muncul di Pantai Tumpaan
Di Bali, besarnya premi Auransi Usaha Tani Padi sebesar Rp.180.000,- per ha per musim tanam. Dari jumlah itu, sebesar Rp144.000,- (80%) premi disubsidi pemerintah, sehingga petani hanya membayar Rp.36.000,-.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Ali Jamil mengatakan, banyak manfaat asuransi yang bisa didapat petani. "Ketika terjadi gagal panen maka petani akan mendapat pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektar per musim," katanya di Bangli.
Dia menjelaskan, Asuransi akan membantu petani menghindari kerugian jika terjadi gagal panen. Sebab pertanian amat rentan terdampak perubahan iklim serta serangan organisme pengganggu tanaman.
Baca juga: Minahasa Selatan Heboh! Dua Ekor Buaya Muncul di Pantai Tumpaan
Di Bali, besarnya premi Auransi Usaha Tani Padi sebesar Rp.180.000,- per ha per musim tanam. Dari jumlah itu, sebesar Rp144.000,- (80%) premi disubsidi pemerintah, sehingga petani hanya membayar Rp.36.000,-.
Lihat Juga :