Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Cerita Pagi

Kisah Jalan Bhayangkara, Saksi Bisu Sejarah Panjang Polri di Masa Pergolakan Revolusi

loading...
Kisah Jalan Bhayangkara, Saksi Bisu Sejarah Panjang Polri di Masa Pergolakan Revolusi
Kondisi bekas Mapolres Majalengka. Foto/SINDOnews/Inin Nastain
1 Juli baru saja berlalu. Tanggal ini memiliki arti yang luar biasa bagi Korps Bhayangkara, karena pada tanggal 1 Juli 1946 menjadi momentum lahirnya institusi Djawatan Kepolisian Negara , yang kini dikenal sebagai Polisi Republik Indonesia (Polri).

Baca juga: Tumpes Kelor, Cara Keji Belanda Menghabisi Keturunan Untung Surapati di Jawa Timur

Lahirnya lembaga penegak hukum ini, juga selalu berhimpitan dengan sejarah panjang Bangsa Indonesia. Polisi yang diproklamasikan oleh Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945, turut berjuang mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.



Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, moment kelahiran Korps Bhayangkara ini diabadikan dalam bentuk nama jalan. Terletak di dekat Pendopo Majalengka, tepatnya di Kelurahan Majalengka Wetan, terdapat jalan yang disebut dengan Jalan Bhayangkara, dengan panjang sekitar 50 meter.

Baca juga: Cerita Kusni Kasdut, Perampok Legendaris yang Pernah Terlibat Pertempuran 10 November Surabaya



Penamaan Jalan Bhayangkara itu disinyalir berawal dari dibangunnya kantor polisi, yang berada di lahan ruas jalan itu. Kantor polisi sendiri dibangun saat masa Bupati Majalengka ke 13, Rd. Moch. Nur Atmadibrata disebutkan.

"Ada catatan dalam buku 'Sewindu di Majalengka Maret 1950-Maret 1958' yang merupakan catatan Bupati Majalengka ke 13, Rd. Moch. Nur Atmadibrata. Disebutkan bahwa beliau (Bupati) membangun kantor polisi di daerah yang sekarang disebut Jalan Bhayangkara itu. Itu seperti catatan dari ME Tedjasukmana, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Polisi Negara Republik Darurat Kabupaten Majalengka. Kalau sekarang mungkin namanya Kapolres Majalengka," kata penggiat sejarah dari Grup Madjalengka Baheula (Grumala) Naro.

Baca juga: Cerita Tentang Pecel Blitar, Bung Karno, dan Revolusi Makanan Rakyat
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top