Warga Meninggal Akibat COVID-19, Keluarga Menolak Serahkan Jenazah ke Tim Satgas
Jum'at, 02 Juli 2021 - 06:45 WIB
loading...
Anak korban (tengah) bersikeras menolak ibunya diambil oleh tim satgas COVID-19 untuk dimakamkan di pekuburan khusus COVID-19. Namu dia akhirnya luluh dan membiarkan petugas membawa jenazah ibunya. Foto: iNewsTV/Joni Nura
A
A
A
SIKKA - Seorang ibu warga Desa Waibeler, Kecamatnan Waigete, Kabupaten Sikka meningal dunia akibat COVID-19 keluarga korban pun tak mau menyerahkan jenazah ke tim gugus tugas karena ingin menguburkannya di pekuburan umum .
Tak terima dengan penolakan itu, adu mulutantara keluarga dan tim gugus tugas pun terjadi, hingga akhirnya tim gugustugas mengambil paksa jenazah COVID-19 tersebut.
![Warga Meninggal Akibat COVID-19, Keluarga Menolak Serahkan Jenazah ke Tim Satgas]()
Baca juga: Ribuan Karyawan Mall di Surabaya Jadi ‘Korban’ PPKM Darurat
Aksi protes pun terus terjadi antarake dua pihak, keluarga ngotot tidak ingin menyerahkan jenazah tersebut karena mereka yakin bawah saudara mereka meninggal bukan karena COVID-19.
Keluarga korban bahkan meluapkan amarahnya sambil memukul lantai dan berteriak dan tak mau menyerahkan jenazah saudari mereka kepada gugus tugas Sikka.
![Warga Meninggal Akibat COVID-19, Keluarga Menolak Serahkan Jenazah ke Tim Satgas]()
Baca juga: PPKM Darurat Seluruh Jatim, Hanya Dua Daerah yang Aman
Awalnya, korban yang meningal ini di bawah ke Rumah Sakit TC Hillres Maumere dan sampai di rumah sakit dilakukan repit antigen, hasil positif COVID-19.
“Mereka tidak percaya dengan hasil diaknosadokter keluarga pun nekat membawah korban ke rumah dan rawat di rumah selama dua hari pada hari ketiga korban meninggal dunia di rumah,” beber Kadis Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus.
Baca juga: Lagi, Satu Warga Sikka Meninggal Akibat COVID-19, Total Jadi 13 orang
Dia menegaskan bahwa jika ada warga yang meninggal dan dinyatakan positif COVID-19, maka tim gugus tugas akan menbawah korban dan akan dikuburkan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 .
Dr umur 44 tahun meninggal tepat pukul 07,00 Wita pagi di rumah saudaranya,namun aparat baru bisa menbawah korban pada pukul 20,00 Wita malam.
Anak korban pun histeris tak kuasa melihat tim satgas yang membawa jenazah ibunya untuk dimakamkan dengan prokes COVID-19.
Tak terima dengan penolakan itu, adu mulutantara keluarga dan tim gugus tugas pun terjadi, hingga akhirnya tim gugustugas mengambil paksa jenazah COVID-19 tersebut.

Baca juga: Ribuan Karyawan Mall di Surabaya Jadi ‘Korban’ PPKM Darurat
Aksi protes pun terus terjadi antarake dua pihak, keluarga ngotot tidak ingin menyerahkan jenazah tersebut karena mereka yakin bawah saudara mereka meninggal bukan karena COVID-19.
Keluarga korban bahkan meluapkan amarahnya sambil memukul lantai dan berteriak dan tak mau menyerahkan jenazah saudari mereka kepada gugus tugas Sikka.

Baca juga: PPKM Darurat Seluruh Jatim, Hanya Dua Daerah yang Aman
Awalnya, korban yang meningal ini di bawah ke Rumah Sakit TC Hillres Maumere dan sampai di rumah sakit dilakukan repit antigen, hasil positif COVID-19.
“Mereka tidak percaya dengan hasil diaknosadokter keluarga pun nekat membawah korban ke rumah dan rawat di rumah selama dua hari pada hari ketiga korban meninggal dunia di rumah,” beber Kadis Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus.
Baca juga: Lagi, Satu Warga Sikka Meninggal Akibat COVID-19, Total Jadi 13 orang
Dia menegaskan bahwa jika ada warga yang meninggal dan dinyatakan positif COVID-19, maka tim gugus tugas akan menbawah korban dan akan dikuburkan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 .
Dr umur 44 tahun meninggal tepat pukul 07,00 Wita pagi di rumah saudaranya,namun aparat baru bisa menbawah korban pada pukul 20,00 Wita malam.
Anak korban pun histeris tak kuasa melihat tim satgas yang membawa jenazah ibunya untuk dimakamkan dengan prokes COVID-19.
(nic)
Lihat Juga :