Dua Kawasan Ekonomi Khusus Batam Beroperasi Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Selasa, 29 Juni 2021 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Setelah ditetapkan jadi KEK, sudah ada komitmen dengan investor untuk realisasi investasi sekitar USD 300 ribu. "Saya sebagai pemerintah daerah dan Kepala BP Batam, akan berikan fasilitas lainnya. Karena itu sudah jadi KEK tentu akses ke sana akan kita sempurnakan, akses bandara disempurnakan. Demikian dengan KEK Nongsa (NDP) nyaman, aman asri," ujar Rudi.
Pengembangan kawasan di Batam juga dilakukan, seperti pengembangan Bandara Hang Nadim.
Saat menyerahkan PP dua KEK di Batam, Airlangga menyatakan bahwa KEK Batam Aero Technic memiliki 30 hektare, memiliki target investasi sebesar Rp7,2 triliun dan penciptaan lapangan pekerjaan 9.976 tenaga kerja.
"Sesuai PP penetapannya, KEK ini akan dikembangkan untuk kegiatan industri berbasis MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) pesawat," karanya.
Hadir pada kesempatan itu Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wali Kota Batam dan Kepala Badan Pengusahaan Batam Muhammad Rudi dan lainnya.
Pengembangan KEK Batam Aero Technic bersifat brown field project. Berbeda dengan KEK lainnya yang bersifat green field project. "Disebut brown field project karena sebelum ditetapkan menjadi KEK, kawasan tersebut telah dibangun berbagai fasilitas," tuturnya.
Fasilitas yang dimaksud adalah area hanggar maintenance, hanggar painting, hanggar cleaning, apron, taxiway, dan sebagainya untuk tahap satu dan dua seluas enam hektare. Ke depan setelah menjadi KEK akan dikembangkan beberapa hanggar maintenance baru, component shop, serta workshop untuk tools dan equipment.
"Diharapkan KEK Batam Aero Technic dapat menjadi showcase utama perekonomian Indonesia dan membuat Indonesia setara dengan negara maju, modern, dan sejahtera. Dan dapat segera merealisasikan komitmen pembangunan kawasan dan menghadirkan investasi pelaku usaha sesuai dengan target yang telah ditetapkan bahkan bisa lebih cepat," ujarnya.
Pengembangan kawasan di Batam juga dilakukan, seperti pengembangan Bandara Hang Nadim.
Saat menyerahkan PP dua KEK di Batam, Airlangga menyatakan bahwa KEK Batam Aero Technic memiliki 30 hektare, memiliki target investasi sebesar Rp7,2 triliun dan penciptaan lapangan pekerjaan 9.976 tenaga kerja.
"Sesuai PP penetapannya, KEK ini akan dikembangkan untuk kegiatan industri berbasis MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) pesawat," karanya.
Hadir pada kesempatan itu Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wali Kota Batam dan Kepala Badan Pengusahaan Batam Muhammad Rudi dan lainnya.
Pengembangan KEK Batam Aero Technic bersifat brown field project. Berbeda dengan KEK lainnya yang bersifat green field project. "Disebut brown field project karena sebelum ditetapkan menjadi KEK, kawasan tersebut telah dibangun berbagai fasilitas," tuturnya.
Fasilitas yang dimaksud adalah area hanggar maintenance, hanggar painting, hanggar cleaning, apron, taxiway, dan sebagainya untuk tahap satu dan dua seluas enam hektare. Ke depan setelah menjadi KEK akan dikembangkan beberapa hanggar maintenance baru, component shop, serta workshop untuk tools dan equipment.
"Diharapkan KEK Batam Aero Technic dapat menjadi showcase utama perekonomian Indonesia dan membuat Indonesia setara dengan negara maju, modern, dan sejahtera. Dan dapat segera merealisasikan komitmen pembangunan kawasan dan menghadirkan investasi pelaku usaha sesuai dengan target yang telah ditetapkan bahkan bisa lebih cepat," ujarnya.
Lihat Juga :