Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Klaster Hajatan Muncul di Gunungkidul, 16 Pedagang di Pantai Drini Positif COVID-19

loading...
Klaster Hajatan Muncul di Gunungkidul, 16 Pedagang di Pantai Drini Positif COVID-19
Sebanyak 16 pedagang di Pantai Drini, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, positif COVID-19. Foto/iNews TV/Kismaya
GUNUNGKIDUL - Klaster penularan COVID-19 terus bermunculan di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Terbaru ada klaster hajatan. Sebanyak 16 pedagang di Pantai Drini Kecamatan Tanjungsari, dinyatakan positif COVID-19 usai menghadiri hajatan bersih desa atau rasulan.

Baca juga: Gempar, Ketua DPRD Gunungkidul Tuding Ada Penimbunan 37.000 Vaksin COVID-19

Kini para pedagang yang dinyatakan positif COVID-19 menjalani isolasi mandiri, dan sejumlah warung serta kios di Pantai Drini disemport didinfektan, serta ditutup hingga para pedagang tersebut dinyatakan negatif COVID-19 .



Meski demikian, aktifitas di Pantai Drini tetap berjalan normal. Masih nampak sejumlah wisatawan datang menikmati keindahan alam tersebut. Pokdarwis Pantai Drini beralasan, kegiatan wisata di Pantai Drini sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: ABG Cantik Gemparkan Sleman, Mabuk dan Maki-maki Petugas di Medos Usai Langgar Prokes



Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kecamatan Tanjungsari, Ramadian Dika mengatakan, untuk menekan penyebaran COVID-19 di kawasan Pantai Drini, pihaknya melakukan isolasi mandiri kepada para pedagang yang dinyatakan positif COVID-19 .

"Kasus ini berawal ketika Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, menggelar sebuah kegiatan hajatan kebudayaan yang sering disebut dengan kegiatan rasulan. Dari kegiatan tersebut, petugas menemukan adanya salah seorang warga yang dinyatakan positif COVID-19 , dan dilakukan tracing. Hasilnya ada 16 yang positif COVID-19 ," tuturnya.

Baca juga: Asyik Berhubungan Seks di Mobil, Sopir Travel Diringkus Anggota Polda Kalteng

Ketua Pokdarwis Pantai Drini, Marjoko mengatakan, protokol kesehatan dijalankan secara ketat bagi para wisatawan. "Kami menyediakan tempat cuci tangan di setiap warung makan yang ada di lokasi pantai," tegasnya.



Dia juga mengatakan, Pokdarwis berharap kepada Pemerintah Desa Banjarejo, untuk memperhatikan para pedagang yang menjalani isolasi mandiri, serta berharap agar para pedagang yang dinyatakan positif COVID-19 bisa segera sembuh dan berdagang kembali.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top