HUT Ke-14 Pemda KBB, Hengki Kurniawan Ajak Masyarakat Bangkit Bergerak Berjuang Bersama

Senin, 21 Juni 2021 - 21:31 WIB
loading...
HUT Ke-14 Pemda KBB, Hengki Kurniawan Ajak Masyarakat Bangkit Bergerak Berjuang Bersama
Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan saat menghadiri peringatan HUT ke-14 Kabupaten Bandung Barat dengan mengambil tema Bangkit Bergerak Berjuang Bersama yang jatuh pada Sabtu (19/6/2021). Foto/Dok.Humas KBB
A A A
BANDUNG BARAT - Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (19/6/2021) telah mencapai usia 14 tahun sejak menjadi daerah otonomi usai terpisah dari Kabupaten Bandung.

Meski usianya terbilang masih relatif muda, tapi beragam prestasi dalam hal pembangunan telah ditorehkan kabupaten yang pusat pemerintahannya ada di Ngamprah ini.

Pada peringatan HUT ke-14 KBB yang digelar secara virtual dan sederhana karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, Pemda KBB menggelorakan tema 'Bangkit Bergerak Berjuang Bersama'. Maknanya adalah bangkit dan bergerak mengejar ketertinggalan dalam hal pembangunan, dan berjuang bersama agar rintangan yang ada bisa cepat diselesaikan.

Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengatakan, Pemda KBB telah mengimplementasikan visi AKUR (Aspiratif, Kreatif, Unggul, Religius) yang berbasis pada pengembangan ekonomi, optimalisasi SDA dan kualitas SDM untuk 'Bangkit Bergerak Berjuang Bersama'.

"Pemda KBB senantiasa berusaha mewujudkan visi misi dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan demi terwujudnya masyarakat KBB yang lebih sejahtera. Alhamdulillah, secara umum capaian pembangunan manusia di KBB terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun," tuturnya.

Namun akibat pandemi Covid-19 yang terus berlangsung sampai kini, ada beberapa capaian yang mengalami penurunan. Seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2020 mencapai 68,08 atau menurun sebesar 0,19 dari 2019. Akibat Covid-19 persentase warga miskin meningkat jadi 10,49 persen dari asalnya 9,38 persen.

Penurunan juga terjadi pada laju pertumbuhan ekonomi yang turun signifikan hingga minus 2,41 persen dari target 6,04 persen. Akibatnya daya beli masyarakat juga menurun menjadi hingga Rp334.000. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk berhasil ditekan mencapai 0,07 persen.

Kehadiran pandemi Covid-19 juga membuat sektor industri harus mengurangi produksinya, bahkan ada yang berhenti total sehingga berimbas kepada PHK secara massal. Akibatnya tingkat pengangguran terbuka meroket hingga 12,25 persen dari angka 8,17 persen pada tahun sebelumnya.

Indeks pendidikan pada tahun 2020 berhasil terealisasi sebesar 60,27 dari target 70,04, dengan harapan lama sekolah (HLS) 11,87 tahun dan rata-rata lama sekolah 8,19 tahun. Meski sedang pandemi Covid-19 secara keseluruhan indeks kesehatan mengalami peningkatan mencapai 80,52 poin dibanding tahun sebelumnya sebesar 80,22 poin.

Sedangkan pada urusan sosial, angka Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang tertangani meningkat menjadi 52,10 persen dari realisasi tahun 2019 yang mencapai 51,93 persen.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1576 seconds (11.210#12.26)