Hengki Ajak ASN KBB Maknai Hari Otonomi Daerah untuk Percepatan Pembangunan
Jum'at, 28 April 2023 - 14:43 WIB
loading...
Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengajak seluruh ASN agar berintegritas, profesional, kompeten, dan dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan pembangunan sesuai dengan filosofi dari otonomi daerah.(Foto: dok Humas KBB)
A
A
A
BANDUNG BARAT - Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVII tahun 2023 di Lapang Mekarsari (26/4/2023).
Hari otonomi daerah ditetapkan setiap tanggal 25 April dan sebagai wujud pelaksanaan otonomi daerah dengan mendesentralisasikan sebagian kewenangan pusat kepada daerah.
"Otonomi daerah untuk menjadikan daerah mencapai kemandirian fiskal dengan menggali berbagai potensi sumber daya yang dapat meningkatkan PAD serta memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan," kata Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan.
Hengki menyebutkan, salah satu tujuan inti dari adanya peringatan otonomi daerah yaitu bagaimana daerah lebih berperan proaktif untuk mengembangkan semua potensi yang ada demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebab, otonomi daerah telah memberikan dampak positif kepada daerah-daerah baru.
Hal tersebut bisa dilihat dan dibuktikan dengan adanya percepatan pembangunan yang ditandai dengan meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya PAD dan kemampuan fiskal daerah. Meskipun berdasarkan data Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri, filosofi dari tujuan otonomi daerah belum sepenuhnya tercapai.
"Selama kurun waktu tersebut, terdapat beberapa daerah yang memiliki PAD dibawah 20 persen dan menggantungkan keuangannya pada Pemerintah Pusat melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)," ucap Hengki saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Oleh karena itu, lanjut dia, perlu melakukan refleksi untuk kembali memahami esensi filosofis dari ditetapkannya otonomi daerah yang saat ini genap berusia 27 tahun. Mengingat Pemda KBB juga merupakan salah satu daerah yang lahir dari sebuah produk otonomi daerah usai dimekarkan dari Kabupaten Bandung.
Hari otonomi daerah ditetapkan setiap tanggal 25 April dan sebagai wujud pelaksanaan otonomi daerah dengan mendesentralisasikan sebagian kewenangan pusat kepada daerah.
"Otonomi daerah untuk menjadikan daerah mencapai kemandirian fiskal dengan menggali berbagai potensi sumber daya yang dapat meningkatkan PAD serta memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan," kata Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan.
Hengki menyebutkan, salah satu tujuan inti dari adanya peringatan otonomi daerah yaitu bagaimana daerah lebih berperan proaktif untuk mengembangkan semua potensi yang ada demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebab, otonomi daerah telah memberikan dampak positif kepada daerah-daerah baru.
Hal tersebut bisa dilihat dan dibuktikan dengan adanya percepatan pembangunan yang ditandai dengan meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya PAD dan kemampuan fiskal daerah. Meskipun berdasarkan data Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri, filosofi dari tujuan otonomi daerah belum sepenuhnya tercapai.
"Selama kurun waktu tersebut, terdapat beberapa daerah yang memiliki PAD dibawah 20 persen dan menggantungkan keuangannya pada Pemerintah Pusat melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)," ucap Hengki saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Oleh karena itu, lanjut dia, perlu melakukan refleksi untuk kembali memahami esensi filosofis dari ditetapkannya otonomi daerah yang saat ini genap berusia 27 tahun. Mengingat Pemda KBB juga merupakan salah satu daerah yang lahir dari sebuah produk otonomi daerah usai dimekarkan dari Kabupaten Bandung.
Lihat Juga :