Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Perajin Rotan di Gresik Hadapi Kendala Serius Akibat COVID-19, Akademisi Turun Tangan

loading...
Perajin Rotan di Gresik Hadapi Kendala Serius Akibat COVID-19, Akademisi Turun Tangan
Pelatihan perajin rotan di di Desa Putat Lor, Menganti, Gresik. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
SURABAYA - Perajin rotan di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, menghadapi kendala serius akibat pandemi COVID-19. Konsumen yang biasanya datang untuk memborong produk olahan rotan semakin menghilang. Perajin semakin kesulitan dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan, sehingga kantong para pelaku UMKM inipun kian menipis. Nasib tragis yang dialami perajin itu rupanya memantik para akademisi turun gunung.

Baca juga: Kemenperin Percepat 6,1 Juta UMKM Go Digital

Sejumlah dosen dan mahasiswa Departemen Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga Surabaya, turun tangan untuk membangkitkan pundi-pundi perekonomian mereka dengan memberikan berbagai pelatihan. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Ekonomi Syariah FEB Unair, Denizar Abdurrahman Mi'raj mengatakan, pada kegiatan pengabdian masyarakat tahun ini, pihaknya fokus untuk membantu perajin rotan agar bangkit dari keterpurukan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan strategi pemasaran di era milenial.





"Pengabdian masyarakat ini untuk membantu para pelaku produsen kerajinan rotan dalam meningkatkan penjualan, terutama melalui platform online . Pelatihan diberikan dengan harapan mampu menambah kemampuan pelaku usaha untuk menciptakan kreasi produksi, di mana kondisi COVID-19 telah memberikan dampak begitu besar yang membuat iklim usaha mereka turun," katanya.

Baca juga: Tumpes Kelor, Cara Keji Belanda Menghabisi Keturunan Untung Surapati di Jawa Timur

Selama pelatihan, Departemen Ekonomi Syariah FEB Unair mendatangkan para pakar yang kompeten. Salah satunya adalah Yusuf Fikri Efendi dari UPT Industri Kayu dan Produk Kayu Pasuruan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur. Yusuf banyak memaparkan tentang manajemen dan rebranding yang dapat dilakukan oleh industri kerajinan rotan dalam menghadapi situasi sulit akibat pandemi COVID-19.

Menurut Yusuf, pandemi COVID-19 harus disikapi dengan bijak. Para pelaku UMKM harus mampu menghadirkan terobosan yang luar biasa dengan berbagai inovasi agar tidak tergerus. Kolaborasi antar perajin juga sangat penting. "Apabila pada sebelumnya para pengrajin bersaing, pada saat ini dibutuhkan kolaborasi antar pengrajin. Jenis-jenis produksi juga harus lebih beragam. Seperti kursi dari rotan, sekarang itu banyak diminati oleh kaum milenial, juga para pemiliki kedai kopi," tuturnya.

Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, 19 Kasus COVID-19 Asal India Terdeteksi di Jatim
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top