Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

COVID-19 di Kudus Menggila, Ini Sikap Dua Bupati Tetangga

loading...
COVID-19 di Kudus Menggila, Ini Sikap Dua Bupati Tetangga
Meledaknya kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus Jawa Tengah mengundang keprihatinan banyak pihak. Ilustrasi/SINDOnews
SEMARANG - Meledaknya kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus Jawa Tengah mengundang keprihatinan banyak pihak. Sejumlah daerah yang berbatasan dengan Kudus, meningkatkan kewaspadaan sembari melakukan sejumlah langkah antisipasi.

"Saat ini BOR (bed occupancy rate) kami 324, sudah saya mintakan seluruh direktur rumah sakit menambah jadi 370, karena kami tidak hanya melayani warga Pati, melainkan juga dari Kudus , Rembang dan Grobogan. Untuk tempat isolasi, kami juga siapkan," kata Bupati Pati, Haryanto, Senin (7/6/2021).

Bupati Haryanto menjadi salah satu kepala daerah yang ikut rapat evaluasi penanganan COVID-19 secara daring di ruang rapat Gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng, Senin (7/6/2021). Rapat dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ada pula bupati yang meminta bantuan Pemprov Jateng terkait tempat isolasi terpusat. Seperti Bupati Kudus yang mengirimkan pasien COVID-19 ke Donohudan. Juga Bupati Demak yang meminta bantuan tempat isolasi milik Provinsi di Semarang.

"Untuk isolasi terpusat kami terbatas, sehingga kami minta bantuan Pemprov Jateng, termasuk RSUD milik Pemprov," kata Bupati Demak, Estianah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, menerangkan, kasus aktif Covid-19 di Jawa Tengah saat ini mencapai 10.297. Dari total itu, sebanyak 5.420 pasien dirawat dan 4.877 pasien diisolasi.



"Kasus aktif tertinggi terjadi di Kudus, Demak, Kabupaten Tegal, Kota Semarang dan Banyumas. Sementara kasus baru tertinggi adalah Kudus, Demak, Kota Semarang, Kabupaten Tegal dan Brebes," ucapnya. Baca: Sepak Terjang 4 Pembobol Kartu Kredit WNA Berakhir di Tangan Polda Jatim.

Sekadar diketahui, kini terdapat delapan kabupaten di Jawa Tengah yang masuk zona merah COVID-19. Di antaranya adalah Kabupaten Kudus, Demak, Grobogan, Pati, Jepara, Sragen, Kabupaten Tegal, dan Brebes.

Khusus untuk delapan daerah zona merah itu, Ganjar memerintahkan semuanya menambah kapasitas tempat tidur, baik ICU, maupun isolasi. Tempat isolasi terpusat harus segera disiapkan, bisa di hotel, wisma bahkan kalau perlu bisa menggunakan gedung sekolah. Baca Juga: COVID-19 Menggila di Gunungkidul, 3 Hari Ada 114 Kasus Baru, 1 Meninggal.

"Kalau tidak bisa, segera koordinasi dengan kami, karena kami memiliki sejumlah tempat isolasi terpusat yang siap. Tak hanya di kabupaten/kota, saya minta kades/lurah kembali aktifkan Jogo Tonggo. Siapkan juga tempat isolasi-isolasi terpusat di desa untuk menangani ini," pungkasnya.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top