Begini Cara Karang Taruna di Magetan Angkat Ekonomi Warga
Senin, 07 Juni 2021 - 16:10 WIB
loading...
Usaha ‘ethek’ atau jualan sayur keliling yang dikelola Ketua Kartar Ridho Pangeran Samuri mampu memberdayakan sekitar 60 anggota kartar.
A
A
A
MAGETAN - Rumah Samuri, Ketua Karang Taruna (Kartar) Ridho Pangeran di Dusun Temu Ireng, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur selalu ramai dikunjungi orang. Mereka datang untuk memilih dan mengambil dagangan berupa sayuran untuk dijual secara keliling.
Samuri tak sekadar Ketua Kartar Ridho Pangeran yang tergabung dalam Heppiii Community Madiun. Sehari-hari, ia merupakan penyuplai sayuran untuk para penjual sayur keliling atau biasa dikenal dengan istilah ‘ethek’. Uniknya lagi, para penjual ‘ethek’ yang berada di bawah naungan Samuri semuanya merupakan anggota Kartar Ridho Pangeran.
Baca juga: COVID-19 di Bangkalan Menggila, Pemprov Jawa Timur Percepat Rujukan Pasien
Saat ini ada sekitar 60 penjual ‘ethek’ di bawah naungan Samuri. Alhamdulillah, perlahan tapi pasti, usaha yang dirintis sejak tahun 2002 ini bisa ikut mengangkat perekonomian di kampungnya. "Saya bersyukur bisa ikut membantu menyediakan lapangan kerja dan memberikan penghasilan kepada orang-orang di kampung sini. Dulu, kampung ini termasuk wilayah ekonomi susah,” kata Samuri.
Samuri menambahkan para penjual ‘ethek’ ini biasanya mengambil sayuran dan bahan-bahan makanan pada pagi hari. Sore harinya, mereka menyetorkan hasil penjualan kepada Samuri.
Dari hasil menjual ‘ethek’ ini, para anggota Karta Ridho Pangeran yang tergabung dalam Heppiii Community Madiun bisa membawa pulang uang Rp100 ribu-Rp500 ribu per hari. Bahkan sebagian dari anggota karta juga telah berhasil mengembangkan usaha mereka.
Baca juga: Habiskan Anggaran Rp145 Miliar, RSUD Blitar Dinilai Masih Kalah Bersaing dengan Swasta
Samuri tak sekadar Ketua Kartar Ridho Pangeran yang tergabung dalam Heppiii Community Madiun. Sehari-hari, ia merupakan penyuplai sayuran untuk para penjual sayur keliling atau biasa dikenal dengan istilah ‘ethek’. Uniknya lagi, para penjual ‘ethek’ yang berada di bawah naungan Samuri semuanya merupakan anggota Kartar Ridho Pangeran.
Baca juga: COVID-19 di Bangkalan Menggila, Pemprov Jawa Timur Percepat Rujukan Pasien
Saat ini ada sekitar 60 penjual ‘ethek’ di bawah naungan Samuri. Alhamdulillah, perlahan tapi pasti, usaha yang dirintis sejak tahun 2002 ini bisa ikut mengangkat perekonomian di kampungnya. "Saya bersyukur bisa ikut membantu menyediakan lapangan kerja dan memberikan penghasilan kepada orang-orang di kampung sini. Dulu, kampung ini termasuk wilayah ekonomi susah,” kata Samuri.
Samuri menambahkan para penjual ‘ethek’ ini biasanya mengambil sayuran dan bahan-bahan makanan pada pagi hari. Sore harinya, mereka menyetorkan hasil penjualan kepada Samuri.
Dari hasil menjual ‘ethek’ ini, para anggota Karta Ridho Pangeran yang tergabung dalam Heppiii Community Madiun bisa membawa pulang uang Rp100 ribu-Rp500 ribu per hari. Bahkan sebagian dari anggota karta juga telah berhasil mengembangkan usaha mereka.
Baca juga: Habiskan Anggaran Rp145 Miliar, RSUD Blitar Dinilai Masih Kalah Bersaing dengan Swasta
Lihat Juga :