IDI Makassar Sayangkan Pemerintah Tak Masif Lakukan Tracing
Kamis, 27 Mei 2021 - 23:33 WIB
loading...
A
A
A
Siswanto mengatakan, jangan sampai pemerintah kebablasan dengan peningkatan kasus. Selain itu dia memperingatkan pemerintah tak terlena dengan vaksinasi yang dilakukan. Kasus Covid-19 masih dapat menular, apalagi dalam beberapa kasus, Covid-19 telah bermutasi sehingga efektifitas vaksin menurun.
"Ibarat kayak pemadam kebakaran, itu kebakaranpi baru dia padamkan, seperti ini, baru ditangani. Mestinya pada saat setelah lebaran. Jangan sampai angka meningkat kita nanti kewalahan menanganinya," lanjutnya.
Baca Juga: 91,7% Pasien COVID-19 di Indonesia Berhasil Sembuh
Selain itu tracing yang dilakukan harus dengan gold standar yaitu pemeriksaan menggunakan Swab PCR hingga Rapid Antigen yang dinilai memiliki akurasi dan kredibilitas lebih baik.
"Jadi kita bicara PCR, yang memiliki gold standar dalam pemeriksaan, sementara kalaupun menggunakan rapid antigen tetap harus diperiksa dengan Swab PCR ," pungkas dia.
Terpisah Ahli Epidemiologi Universitas Hasanuddin Ansariadi sebelumnya juga mengharapkan pemerintah melakukan tracing secara masif.
"Ibarat kayak pemadam kebakaran, itu kebakaranpi baru dia padamkan, seperti ini, baru ditangani. Mestinya pada saat setelah lebaran. Jangan sampai angka meningkat kita nanti kewalahan menanganinya," lanjutnya.
Baca Juga: 91,7% Pasien COVID-19 di Indonesia Berhasil Sembuh
Selain itu tracing yang dilakukan harus dengan gold standar yaitu pemeriksaan menggunakan Swab PCR hingga Rapid Antigen yang dinilai memiliki akurasi dan kredibilitas lebih baik.
"Jadi kita bicara PCR, yang memiliki gold standar dalam pemeriksaan, sementara kalaupun menggunakan rapid antigen tetap harus diperiksa dengan Swab PCR ," pungkas dia.
Terpisah Ahli Epidemiologi Universitas Hasanuddin Ansariadi sebelumnya juga mengharapkan pemerintah melakukan tracing secara masif.
Lihat Juga :