Demi Daging Meugang, Warga Subussalam Aceh Rela Berdesakan di Pasar Sejak Subuh
Sabtu, 23 Mei 2020 - 15:26 WIB
loading...
Warga Kota Subussalam, Aceh, memadati pasar tradisional untuk berburu daging meugang jelang Lebaran.Foto/iNews TV/Ropi H
A
A
A
SUBUSSALAM - Berburu daging meugang menjelang Lebaran merupakan tradisi yang tiap tahun dilakukan masyarakat Aceh, khususnya Kota Subussalam. Namun, tradis berburu daging meugang tahun ini berbeda dari sebelumnya. Sebab, Lebaran di tengah pandemi Corona (COVID-19).
Kota Subussalam masuk dalam zona hijau, sejauh ini belum ada kasus positif Corona. Kondisi itulah yang membuat warga tidak khawatir berdesak-desakan di pasar tradisional sejak subuh. Warga tidak begitu memperdulikan social distancing, selan itu juga sedikit warga yang memakai masker.
Meugang dikenal juga sebagai hari penyembelihan hewan, baik sapi atau kerbau. Hewan-hewan ini dibeli dengan cara patungan atau meuripee, persis seperti saat Hari Raya Idul Adha.
Untuk menjalankan tradisi meugang ini, keluarga dekat sampai tetangga akan menyantap ragam masakan denagn bahan utama daging sapi atau kerbau ini. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut datangnya Ramadan, sehari menjelang Idul Fitri, dan Idul Adha.
Ini tak berarti kalau warga Aceh tak makan daging dalam kesehariannya. Mereka tetap menyantap daging, hanya saja, 'makna' daging saat meugang terasa berbeda saat meugang.
Kota Subussalam masuk dalam zona hijau, sejauh ini belum ada kasus positif Corona. Kondisi itulah yang membuat warga tidak khawatir berdesak-desakan di pasar tradisional sejak subuh. Warga tidak begitu memperdulikan social distancing, selan itu juga sedikit warga yang memakai masker.
Meugang dikenal juga sebagai hari penyembelihan hewan, baik sapi atau kerbau. Hewan-hewan ini dibeli dengan cara patungan atau meuripee, persis seperti saat Hari Raya Idul Adha.
Untuk menjalankan tradisi meugang ini, keluarga dekat sampai tetangga akan menyantap ragam masakan denagn bahan utama daging sapi atau kerbau ini. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut datangnya Ramadan, sehari menjelang Idul Fitri, dan Idul Adha.
Ini tak berarti kalau warga Aceh tak makan daging dalam kesehariannya. Mereka tetap menyantap daging, hanya saja, 'makna' daging saat meugang terasa berbeda saat meugang.
Lihat Juga :