Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Ridwan Kamil Tegaskan Warga Jabar Selalu Bersama Rakyat Palestina

loading...
Ridwan Kamil Tegaskan Warga Jabar Selalu Bersama Rakyat Palestina
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menegaskan dukungannya terhadap rakyat Palestina yang tengah menghadapi agresi militer Israel. Foto: Istimewa
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan sikapnya mendukung rakyat Palestina yang tengah menghadapi agresi militer Israel .

Menurut Ridwan Kamil, dukungan terhadap rakyat Palestina tersebut menjadi sikap bangsa Indonesia sejak era pemerintahan Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, Ir Soekarno.

Baca juga: Aksi Bela Palestina, Massa di Surabaya Injak-injak Bendera Israel

“Sikap kita jelas, dari zaman Bung Karno sampai sekarang, Indonesia dan masyarakat Jabar selalu bersama rakyat Palestina," tegasnya seusai Vikon Rakor Kepala Daerah Seluruh Indonesia Bersama Presiden RI di Gedung Sate, Kota Bandung , Senin (17/5/2021).



Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu melanjutkan, bentuk dukungan yang dapat dilakukan saat ini, yakni mendoakan agar konflik antara Palestina dan Israel segera berakhir.

Baca juga: PKB Jawa Barat Serukan Aksi Solidaritas untuk Palestina

Adapun bagi masyarakat yang memiliki kelebihan rejeki, kata Kang Emil, dapat mendonasikan sebagian hartanya untuk membantu penanganan rakyat Palestina yang menjadi korban agresi.

"Saya sudah posting, sampai kapan pun itu mendoakan dan membela Palestina. Saya berharap, kita minimal mendoakan, kalau ada keluangan, kita lakukan donasi," katanya.

Baca juga: Ridwan Kamil Optimistis Potensi Lonjakan COVID-19 Pasca-Lebaran Masih Terkendali

Menurut Kang Emil, diperlukan ketegasan negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengakhiri konflik yang telah memakan korban ratusan jiwa masyarakat sipil tersebut.



“Walau pun bukan kapasitas kami, kami berharap negara di PBB melakukan tindakan nyata karena korban terus berjatuhan. Kita berharap, agresi ini segera dihentikan melalui tekanan dari negara maju, tapi kalau PBB-nya kurang melakukan tekanan, ya menurut saya ini akan berjilid-jilid (berkepanjangan),” tandasnya.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top