Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Musim Silaturahmi, Warga Ini Malah Tutup Rapat Pagar dan Pintu Rumah

loading...
Musim Silaturahmi, Warga Ini Malah Tutup Rapat Pagar dan Pintu Rumah
Para tetangga mengambil amplop lebaran di Pagar Kejujuran saat bersilaturrahmi di rumah Trisnadi Marjan, Kamis (13/5/2021). Foto/SINDONews/Ali Masduki
SIDOARJO - Hari raya Idul Fitri menjadi momen berharga bagi masyarakat Indonesia. Selain merayakan kemenangan usai menjalankan ibadah puasa selama satu bulan, momen ini menjadi ajang bersilaturahmi antar sesama. Setiap pintu rumah terbuka lebar bagi siapapun.

Namun warga Sidoarjo, Trisnasi Marjan, malah menutup rapat pagar dan pintu rumahnya. Keluarga ini tidak menerima tamu seperti tahun-tahun sebelumnya sebelum pandemi COVID-19 melanda. Meski begitu, Trisnadi tetap menjalankan tradisi silaturahmi dan berbagi rezeki pada tetangga. Baca juga: Cek Keunggulan Aplikasi-Aplikasi Populer untuk Silaturahmi Virtual

Warga Kureksari ini memasang spanduk kecil di pagar rumahnya. Spanduk bertuliskan Pagar Kejujuran dengan tagline "Maaf Tidak Menerima Tamu" tersebut juga ditempeli puluhan amplop. Trisnadi mengatakan, Pagar Kejujuran ini merupakan kali kedua ia lakukan.

Hal itu sebagai upaya agar silaturahmi tetap terjaga tanpa harus berjabat tangan langsung demi mencegah penularan virus corona. "Di masa pandemi ini kami tidak menerima tamu secara langsung," kata dia. Baca juga: PKB-PKS Sepakat Tak Ingin Ada Umat yang Terluka Gara-gara Politik



Rupanya pagar kejujuran kedua kalinya ini sudah dinanti tetangga. Sejak pagi hari usai Salat Ied, puluhan anak-anak dan emak-emak sudah antri mengambil amplop. Trisnadi dan keluarga hanya melayani jabat tangan jarak jauh dari balik pagar. "Pagar Kejujuran kami gelar selama dua hari. Lebaran tahun ini kami sediakan 300 amplop," ucap Trisnadi.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top