Nelayan dan Penambang Bentrok di Teluk Kelabat Belinyu, Polisi Tunggu Laporan

loading...
Nelayan dan Penambang Bentrok di Teluk Kelabat Belinyu, Polisi Tunggu Laporan
Kapolres Bangka, AKBP Widi Heryawan. Foto/iNews/Haryanto
BANGKA - Polres Bangka, masih menunggu laporan nelayan yang kabarnya terluka dalam insiden bentrokan dengan penambang pasir timah, di perairan Teluk Kelabat Belinyu, Kabupaten Bangka, Sabtu (1/5/2021).

Baca juga: Helmy Faishal: PBNU Turunkan Tim Advokasi Dampingi Warga di Wadas

Polisi baru menerima laporan dari pihak penambang, yang mengaku mengalami penyerangan oleh sekelompok nelayan. "Pihak nelayan yang menjadi korban kami tunggu laporannya ke Polsek atau ke Polres. Tapi hingga saat ini belum ada laporan yang masuk. Laporannya ditunggu agar pihak kepolisian tidak dianggap memihak ketika harus memproses laporan tersebut," kata Kapolres Bangka, AKBP Widi Heryawan.



Widi menyebut, laporan dari kedua belah pihak penting, guna kepentingan penyidikan . Dari pihak penambang melaporkan kejadian itu ke Polsek Belinyu. "Kenapa kami perlu segera?, karena kaitannya dengan permohonan visum dari masing-masing korban tersebut," ujarnya.



Baca juga: 145 Toko Dipalak Lurah untuk THR, Wali Kota Gibran Sigap Mengembalikan

Bentrok fisik antara nelayan dengan penambang timah yang diduga beroperasi secara ilegal di perairan Teluk Kelabat Belinyu, Kabupaten Bangka, menyulut aksi massa lalu membakar sebuah rumah semi permanen.

Baca juga: Wakili Alumni Akpol 97, Kombes Leo Simarmata Sampaikan Duka untuk Kolonel Herry

Rumah tersebut, milik panitia tambang di ujung desa Pangkalan Niur Kabupaten Bangka. Pasca dua insiden itu, kini situasi desa terlihat normal dan warga nampak beraktifitas seperti biasa. Namun, untuk mengantisipasi bentrok susulan, sejumlah polisi dari Polres Bangka dan Polda Bangka Belitung masih disiagakan disekitar lokas.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top