Kisah Syech Hang Sanah, Ahli Taktik dan Strategi Perang dari Kerajaan China

Minggu, 25 April 2021 - 05:01 WIB
loading...
Kisah Syech Hang Sanah,...
Makam Syech Hang Sanah, ahli taktik dan strategi perang dari Kerajaan China. Foto SINDOnews
A A A
BATAM - Syech Hang Sanah adalah keponakan dari Mertuanya Syech Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Ibu Kandung Syech Hang Sanah adalah adik kandung ayah dari Istri Sunan Gunung Jati yang merupakan Putri Raja dari China .

Kedatangan Syech Hang Sanah ke Indonesia adalah untuk mengawal Istri Sunan Gunung Jati ke Cirebon, Jawa Barat atas perintah Raja dari Negeri China. Saat menghantarkan Putri Raja ke Cirebon untuk mengantarkannya pada Sunan Gunung Jati, Syech Hang Sanah dikawal oleh 40 prajurit andalan dari Kerajaan China. Baca juga: Parlemen Inggris Sebut China Lakukan Genosida terhadap Muslim Uighur

Sesampainya di Cirebon, Syech Hang Sanah diminta bantuannya boleh Sunan Gunung Jati untuk menggalang kekuatan angkatan perang di daerah kepulauan yang letaknya dekat dengan Malaysia atau sekarang bernama Kepulauan Riau (Kepri).

Dapat perintah tersebut, namun belum diketahui pasti waktunya pada tahun berapa, beliau mendarat di salah satu pulau yang besar dimaksud Sunan Gunung Jati (Kepri). Pulau ini sekarang dikenal dengan nama Pulau Batam, dan Syech Hang Sanah persisnya mendarat di kawasan yang sekarang diberi nama Bengkong Laut.

Disitu, Syech Hang Sanah menggalang angkatan perang. Dimana dari 40 orang prajurit yang setia kepada Syech Hang Sanah ini, kemudian Beliau merekrut pemuda-pemudi Islam pribumi untuk dilatih ilmu perang sebagai prajurit dan jumlahnya mencapai ratusan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Deteksi Kesehatan Dini...
Deteksi Kesehatan Dini di Cirebon, 6 dari 10 Peserta Berisiko Tinggi
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Kukuhkan Pengda HDCI...
Kukuhkan Pengda HDCI Kepri, Sahroni Minta Perbanyak Aksi Sosial di Masyarakat
Ketua DPRD Kepri Naik...
Ketua DPRD Kepri Naik Moge Tanpa Helm dan SIM, Majelis Kehormatan Gerindra Beri Teguran Tertulis
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Rekomendasi
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Berita Terkini
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved