Dampak Covid-19, Supply Shock dan Demand Shock Terjadi Secara Bersamaan

Rabu, 20 Mei 2020 - 22:49 WIB
loading...
Dampak Covid-19, Supply...
Ketua Umum Jaringan pengusaha nasional (Japnas) Bayu Priawan Djokosoetono. (Foto/Ist)
A A A
JAKARTA - Mengantisipasi perubahan perekonomian nasional yang terdampak Covid-19 dan mempersiapkan new normal sektor usaha, Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) menggelar Webinar Nasional bersama bertajuk "Potret Kondisi dan Prediksi New Normal Ekonomi Indonesia".

Kesimpulannya menyebutkan bahwa pandemik Covid -19 telah serata-merta menghentikan banyak kegiatan produksi akibat pembatasan mobilitas manusia, sehingga terjadi supply shock dan demand shock secara bersamaan.

Webinar menampilkan dua pembicara utama, yakni Ketua Umum Japnas Bayu Priawan Djokosoetono dan ekonom Faisal Basri, yang dimoderatori oleh Wakil Ketua Umum Japnas, Boncau Fakkari Maza.

“Pandemi Covid-19 telah menyebabkan terganggunya kegiatan ekonomi bisnis secara ekstrim – khususnya sektor produksi, sehingga jalinan mata rantai sektor terkait juga terganggu, bahkan sudah ada yang mengalami stagnasi,” kata Bayu Priawan yang juga dikenal sebagai pengusaha sektor transportasi tersebut.

Chairman Bluebird Group, perusahaan taksi terbesar di tanah air itu mengatakan, pemerintah telah berupaya melakukan mitigasi atas kemungkinan terpuruknya dunia usaha, sebagaimana dilakukan oleh hampir semua negara di dunia – dengan mengalokasikan anggaran khusus penanganan dampak ekonomi akibat Covid-19. “Namun dunia usaha perlu melakukan prediksi secara cermat dan lebih prudential agar tidak terlalu dalam menanggung risiko,” katanya .(BACA JUGA: Stok Pangan Bahan Pokok di Sumut Cukup hingga 3 Bulan ke Depan)

Sementara itu, Faisal Basri mengatakan, telah terjadi supply shock dan demand shock secara bersamaan akibat pandemic global Covid-19, khususnya sektor manufaktur hulu - hilir, sehingga pengaruhnya dahsyat ke sektor lainnya. “Bahkan sektor keuangan mengalami guncangan, bursa saham dan pasar obligasi ikut tertekan. Investasi nyaris berhenti, dan jutaan pekerja telah dirumahkan,” katanya.

Hampir semua negara di dunia, kata Faisal, ekonominya mengalami tekanan yang hebat akibat pandemic Coronavirus. “Kurva aggregate supply bergeser ke kiri. Semua sektor terkait terganggu, sehingga mengakibatkan demand shock, menggeser aggregate demand ke kiri atau ke bawah. Semua negara telah mengalokasikan anggaran besar untuk menangani Covid-19, sekaligus mitigasi dampaknya, khususnya sektor ekonomi - bisnis,” jelas Faisal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Webinar Malang Autism:...
Webinar Malang Autism: Bahan Kimia Penyebab Meningkatnya ASD
Webinar Literasi Digital,...
Webinar Literasi Digital, Kadis Kominfotik NTB: Etika Jadi Dasar Menjalin Komunikasi di Medsos
Ciptakan Lingkungan...
Ciptakan Lingkungan Sehat dengan Menjaga Kelestarian Air Bersih
Soroti Kesetaraan Gender...
Soroti Kesetaraan Gender di Segala Bidang, WEPs Kembali Digelar
Ketua Umum PP ISNU Sebut...
Ketua Umum PP ISNU Sebut NU Punya Komitmen Kuat Jaga Perdamaian Dunia
Webinar Sanubari Rangkul...
Webinar Sanubari Rangkul Lebih dari 2.000 UMKM Menuju Ekosistem Digital
Ramadan Produktif dengan...
Ramadan Produktif dengan Rangkaian Edukasi Webinar dan Instagram Live di MNC Sharia Investment Festival 2026
Ikuti Webinar MNC Asset...
Ikuti Webinar MNC Asset Management dan Phillip Sekuritas Indonesia dengan tema Embrace the Uncertainty, Seize the Opportunity
Daftar Webinar Gratis...
Daftar Webinar Gratis MNC Sekuritas The Hidden Game Strategi Trader Profesional di Balik Bid dan Offer
Rekomendasi
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved