Dampak Covid-19, Supply Shock dan Demand Shock Terjadi Secara Bersamaan
Rabu, 20 Mei 2020 - 22:49 WIB
loading...
A
A
A
Faisal membandingkan krisis ekonomi dan depresi besar pada 1929 akibat wabah penyakit yang nota-bene berbeda dengan kondisi dunia akibat pandemic Coronavirus pada 2019. Pada masa yang lalu, katanya, langsung tersedia obatnya dengan sejumlah kebijakan ekonomi untuk memulihkannya. Berbagai perangkat kebijakan ekonomi membuat kegiatan usaha dan masyarakat bisa terus berlangsung - walaupun skalanya menciut.
“Tapi akibat pandemic Covid-19 saat ini, semua berjalan serba tidak jelas,” kata Faisal Basri. (BACA JUGA: Dampak Pandemi Covid-19, Pendapatan Grab Merosot)
Dihubungi di sela - sela Webinar, Ketua Harian Jaringan Pengusaha Nasional Widiyanto Saputro sangat antusias. "Kami pengusaha pada prinsipnya selalu membutuhkan informasi kondisi dan forecast ekonomi aktual yang terpercaya, peta jalan yang cukup bisa diandalkan menghadapi situasi Covid 19 ini," jelasnya. Ini kondisi luar biasa yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Dia juga meminta semua pihak memahami dimana ombak besar dan dimana karang. "Sekalipun kita tak mampu mengatur arah angin, tapi kita bisa menyesuaikan layar. Mengambil kesempatan, tumbuh dan melaju cepat kedepan," ujar pemilik Arumbumi Group ini penuh semangat.
Dalam webinar kali ini tercatat 380 anggota Japnas terdaftar, tersebar dari 15 Provinsi yang diwakili para Ketua Umum Wilayah masing-masing. Ketua Umum Japnas Wilayah Jawa Timur Moh. Supriyadi ST, MT saat dikonfirmasi awak media menyatakan bahwa di daerah khususnya Jatim, para pengusaha sudah mulai menyiapkan langkah aksi dan bersiap kondisi terburuk.
“Tapi akibat pandemic Covid-19 saat ini, semua berjalan serba tidak jelas,” kata Faisal Basri. (BACA JUGA: Dampak Pandemi Covid-19, Pendapatan Grab Merosot)
Dihubungi di sela - sela Webinar, Ketua Harian Jaringan Pengusaha Nasional Widiyanto Saputro sangat antusias. "Kami pengusaha pada prinsipnya selalu membutuhkan informasi kondisi dan forecast ekonomi aktual yang terpercaya, peta jalan yang cukup bisa diandalkan menghadapi situasi Covid 19 ini," jelasnya. Ini kondisi luar biasa yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Dia juga meminta semua pihak memahami dimana ombak besar dan dimana karang. "Sekalipun kita tak mampu mengatur arah angin, tapi kita bisa menyesuaikan layar. Mengambil kesempatan, tumbuh dan melaju cepat kedepan," ujar pemilik Arumbumi Group ini penuh semangat.
Dalam webinar kali ini tercatat 380 anggota Japnas terdaftar, tersebar dari 15 Provinsi yang diwakili para Ketua Umum Wilayah masing-masing. Ketua Umum Japnas Wilayah Jawa Timur Moh. Supriyadi ST, MT saat dikonfirmasi awak media menyatakan bahwa di daerah khususnya Jatim, para pengusaha sudah mulai menyiapkan langkah aksi dan bersiap kondisi terburuk.
(vit)
Lihat Juga :