Babukung, Ritual Kematian Suku Dayak di Lamandau Kalteng
Minggu, 11 April 2021 - 21:08 WIB
loading...
A
A
A
“Babukung erat kaitannya dengan ritual kematian, terutama bagi warga Dayak. Biasanya dilaksanakan pada saat ada orang yang meninggal. Mereka datang menggunakan topeng atau luha, lalu menggunakan pakaian khusus, sehingga tidak ada yang mengenalinya,” tutur Riko Purwanto, Wakil Bupati Lamandau beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Riko menjelaskan, selain menghibur dengan tarian, para penari juga memberikan sumbangan tapi tidak diketahui oleh pihak keluarga. Nah, yang hendak dikedepankan dalam festival ini adalah budaya dan seni tari dalam bukung itu sendiri.
“Musik dan tariannya yang akan dilestarikan. Pada 2015 lalu, kami sudah memecahkan rekor MURI dengan menampilkan lebih dari 1000 bukung (penari topeng), " katanya.
Keistimewaan Festival Babukung dengan festival atau ritual kematian lainnya terletak pada rangkaian acara. Ada kegiatan-kegiatan lain yang akan diselenggarakan Pemerintah Daerah Lamandau selama acara berlangsung. Kegiatan tersebut diantaranya karnaval topeng, bukung big sale, workshop pembuatan bukung, hingga lomba photography.
“Itu lah yang membedakan dengan kegiatan-kegiatan di daerah lain. Harapannya bisa menggaet lebih banyak lagi wisatawan nusantara maupun mancanegara," ujarnya.
Lebih lanjut, Riko menjelaskan, selain menghibur dengan tarian, para penari juga memberikan sumbangan tapi tidak diketahui oleh pihak keluarga. Nah, yang hendak dikedepankan dalam festival ini adalah budaya dan seni tari dalam bukung itu sendiri.
“Musik dan tariannya yang akan dilestarikan. Pada 2015 lalu, kami sudah memecahkan rekor MURI dengan menampilkan lebih dari 1000 bukung (penari topeng), " katanya.
Keistimewaan Festival Babukung dengan festival atau ritual kematian lainnya terletak pada rangkaian acara. Ada kegiatan-kegiatan lain yang akan diselenggarakan Pemerintah Daerah Lamandau selama acara berlangsung. Kegiatan tersebut diantaranya karnaval topeng, bukung big sale, workshop pembuatan bukung, hingga lomba photography.
“Itu lah yang membedakan dengan kegiatan-kegiatan di daerah lain. Harapannya bisa menggaet lebih banyak lagi wisatawan nusantara maupun mancanegara," ujarnya.
(atk)
Lihat Juga :