Napak Jagat Pasundan (NJP) 2021 Miang Tandang Angkat Kearifan Lokal Jawa Barat

loading...
Napak Jagat Pasundan (NJP) 2021 Miang Tandang Angkat Kearifan Lokal Jawa Barat
Napak Jagat Pasundan (NJP) 2021 Miang Tandang Angkat Kearifan Lokal Jawa Barat
BANDUNG - Coklat Kita tahun ini kembali menghadirkan Napak Jagat Pasundan (NJP) virtual 2021, dengan mengusung konsep berbeda dari tahun sebelumnya. Di mana, pertunjukan budaya ini akan lebih banyak mengusung kearifan lokal Sunda yang mulai terlupakan.

Napak Jagat Pasundan (NJP) 2021 Miang Tandang Angkat Kearifan Lokal Jawa Barat


Mengusung tema “Miang Tandang”, sebuah refleksi akan kondisi saat ini, dimana mengajak para pelaku seni, budaya, dan masyarakat tetap berkarya kendati masih dihadapkan pada kondisi pandemi Covid-19. Tema ini diharapkan dapat mengulang kesuksesan dari Pojok NJP Ngubaran “Ngaguar Budaya Urang” tahun lalu.

"Kita harus maju dan bergerak untuk tampil. Tidak boleh terpuruk dengan keadaan sekarang, harus tetap berkarya dan menunjukkan kreativitas kita," kata perwakilan Coklat Kita Andri Yuliandri saat press conference di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung, Selasa (6/4/2021).



Menurut dia, NJP Miang Tandang akan menyuguhkan tontonan berbeda dari NJP sebelumnya. NJP tahun ini akan lebih banyak mengangkat kearifan lokal yang dimiliki Jawa Barat. Kearifan lokal tersebut, tak terbatas pada seni dan budaya saja, tetapi juga kearifan lokal lainnya seperti kuliner, wisata, dan kekhasan lainnya.

Kendati begitu, NJP Miang Tandang Ini tetap menghadirkan latar belakang Sanggar Napak Jagat Pasundan yang dimiliki oleh mang Junjun dengan Alo Prima Ramadhan dan Reva Widi. Selain itu dihadirkan sahabat Mang Junjun yang membantunya mengurus sanggar selama berkeliling Jawa Barat menggali kearifan lokal. Mereka yaitu Cepot Dalang Bhatara Sena Sunandar Sunarya Palon Giri Harja 3, dan Yogaswara Sunandar Giri Harja 3 Putra.

Dihadirkan juga asisten rumah tangga yang diperankan oleh Ceu Popon, dan tukang kebun serta Hansip yang diperankan oleh Aman dan Amin serta tetap menampilkan sanggar atau paguron atau lingkung seni daerah di Jawa Barat.



"Dengan pengembangan ini, nantinya setiap episode dibagi menjadi tiga tayangan dan ditayangkan setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu selama 30 menit. Tayangan akan dimulai pertengahan April ini hingga bulan September 2021," tutur Andri.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top