Wali Kota Makassar Diminta Objektif Nonaktifkan RT/RW

Rabu, 07 April 2021 - 07:22 WIB
loading...
Wali Kota Makassar Diminta...
Wali Kota Makassar diminta objektif mengambil kebijakan soal nonaktifkan RT/RW. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Wacana Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto ingin menonaktifkan seluruh ketua RT/RW kian menyeruak. Kebijakan ini tak ayal menuai sorotan. Wali Kota pun diminta objektif mengambil kebijakan.

Komisi D DPRD Makassar , Yeni Rahman mengatakan, Wali Kota Makassar tidak boleh langsung memberhentikan ketua RT/RW tanpa ada tolak ukur yang jelas, terlebih jabatan RT/RW dipilih oleh masyarakat setempat.

"Tidak boleh dong wali kota seenaknya mau mengganti saja, tolak ukurnya apa, indikatornya apa, sehingga dia diganti," jelasnya, Selasa (6/4/2021).

Menurut dia, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto seharusnya lebih fokus menjalankan program pemerintah, ketimbang aktif menggonta-ganti tatanan birokrasi hingga tingkat RT/RW. "Jangan juga karena alasan Makassar Recover semua dibabat. Tidak boleh itu, harus pakai aturan," tandasnya.

Baca Juga: 50 Persen Guru dan Kepala Sekolah di Makassar Bakal Dimutasi

Namun, Yeni masih menunggu konfirmasi langsung dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar . Pihaknya berharap informasi yang beredar terkait wacana penonaktifan seluruh ketua RT/RW tidak benar. "Sekiranya berita itu benar, itu yang kita sayangkan, tapi kita belum ada informasi resmi," ucapnya.

Ketua Komisi D DPRD Makassar , Wahab Tahir berharap evaluasi kinerja ketua RT/RW melalui tolak ukur yang objektif. Tidak boleh serta merta orang diberhentikan tanpa ada parameter yang jelas.

Meski begitu, pihaknya mengaku belum mendapat informasi resmi terkait rencana penonaktifan RT/RW, namun dia meyakini pemerintahan dibawah komando Danny-Fatma berjalan sesuai rule of law.

"Tidak mungkin orang ujuk-ujuk diberhentikan tanpa ada parameter yang objektif. Saya yakin, tidak mungkin dia (Danny) mengambil sikap yang bertentangan dengan regulasi," ungkapnya, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga: Pejabat Pemkot Makassar yang Minim Inovasi Bakal Dimutasi

Legislator Fraksi Partai Golkar ini juga meminta kepada masyarakat, khususnya RT/RW untuk selalu mendukung program Pemkot Makassar , yakni Makassar Recover . Sebab, jangan sampai program ini menjadi tolak ukur pemerintah dalam melakukan evaluasi.

"Pilkada sudah selesai, semua harus move on, dan ayo sama-sama dukung program pemerintah kota. Jangan sampai mereka dianggap tidak mendukung pemerintah, sehingga dilakukan evaluasi," paparnya.

Pihaknya pun berharap tolak ukur pemerintah menonaktifkan RT/RW bisa dikomunikasikan, tidak ada muatan politik, terlebih isu ini diakui Wahab mendapat respons yang cukup besar.

"Inikan baru isu, belum direalisasikan. Tapi kita belum tahu apa standard operasional prosedurnya, bagaimana parameter objektifnya. Kita masih menunggu kejelasan resmi dari Pemkot Makassar ," ujarnya.

Baca Juga: Makassar Recover Butuh Rp370 M, Anggaran Proyek Strategis Dialihkan
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
RS Vertikal Makassar...
RS Vertikal Makassar Milik Pemerintah Kini Miliki Fasilitas AC VRF
Puncak Makassar Eight...
Puncak Makassar Eight Festival Dipindahkan ke Tugu MNEK, Ini Alasannya
Pemkot Makassar Terapkan...
Pemkot Makassar Terapkan Layanan Publik Berbasis Metaverse, Mendagri Beri Pujian
Musim Transisi, BPBD...
Musim Transisi, BPBD Makassar: Waspada Banjir dan Angin Kencang!
Awas! Kebakaran di Makassar...
Awas! Kebakaran di Makassar Meningkat hingga 359 Kali
Dinas Pertanahan Kota...
Dinas Pertanahan Kota Makassar Targetkan 100 Aset Lahan Pemkot Miliki Sertifikat pada 2023
Dukung Program Pusat,...
Dukung Program Pusat, Pemkot Makassar Integrasikan NIK dan NPWP Warganya
Diskop dan UMKM Kota...
Diskop dan UMKM Kota Makassar Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan Pusat Inkubator
Rekomendasi
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Berita Terkini
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved