Kisah Cinta Patih Gajah Mada dengan 3 Wanita

Jum'at, 02 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
Kisah Cinta Patih Gajah Mada dengan 3 Wanita
Gajah Mada adalah seorang Mahapatih sekaligus panglima perang Kerajaan Majapahit yang dikenal dengan Sumpah Palapanya yang tercatat di dalam Pararaton dalam mempersatukan wilayah nusantara. Foto Wikipedia
A A A
Gajah Mada adalah seorang Mahapatih sekaligus panglima perang Kerajaan Majapahit yang dikenal dengan Sumpah Palapanya yang tercatat di dalam Pararaton dalam mempersatukan wilayah nusantara.

Inti dari Sumpah Palapanya adalah Gajah Mada tidak akan menikmati sesesuatu yang bersifat keduniawian sebelum mempersatukan wilayah nusantara . Salah satu kenikmatan yang bersipat keduniawian bagi laki-laki adalah wanita.

Meskipun Gajah Mada adalah salah satu tokoh sentral di Kerajaan Majapahit, namun sangat sedikit catatan-catatan sejarah yang ditemukan mengenai dirinya termasuk siapa wanita yang menjadi kekasih atau istrinya karena sangat sedikit sekali referensi yang ada.

Namun dari berbagai referensi tercatat ada tiga nama wanita yang dikaitkan dengan Mahapatih Gajah Mada Pertama yaitu Puranti yang merupakan putri Demang Suryanata dari Kerajaan Kahuripan.

Kedua adalah Dyah Pitaloka Citaresmi putri Kerajaan Sunda yang terkenal akan kecantikannya pada masa itu.

Baca : Kisah Ritual Pesta Seks Prabu Kartanegara dengan Para Gadis Muda Nan Cantik

Sedangkan yang Ketiga yakni, Ni Luh Ayu Sekarini putri Ki Dukuh Gedangan dari Kerajaan Bali.

Berdasarkan Prasasti Aria Bebed yang berupa lempengan tembaga di halaman Candi Aria Bebed di Desa Bubunan, Kecamatan Sririt, Kabupaten Buleleng, Singaraja hanya dengan
Ni Luh Ayu Sekarini ini lah Gajah Mada disebut sebut menikah dan dikaruniai putera bernama Aria Bebed.

Dalam prasasti tersebut memuat cerita tentang Gajah Mada yang diutus Ratu Tribhuwana Tunggadewi untuk melakukan penyerbuan dan penaklukan terhadap Kerajaan Bali.

Nah saat penaklukan Bali, Gajah Mada sempat mendatangi Pedukuhan Gedangan untuk bermeditasi. Lalu Gajah Mada yang sempat tinggal dan melakukan meditasi di tempat itu sekitar kurang lebih empat bulanan sering bertemu dengan putri Ki Dukuh Gedangan yang bernama Ni Luh Ayu Sekarini.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1088 seconds (10.55#12.26)