SYL Perkenalkan Kerajaan Gowa ke Pejabat Kementerian Pertanian
Rabu, 17 Maret 2021 - 12:57 WIB
loading...
Syahrul Yasin Limpo, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, bersama rombongan Kementerian Pertanian saat berada di Balla Lompoa, Sungguminasa, kemarin. Foto: Istimewa
A
A
A
GOWA - Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama jajarannya melakukan kunjungan ke Museum Istana Balla Lompoa , Sungguminasa, Selasa (16/3/2021). Di sana, SYL memperkenalkan sejarah Kerajaan Gowa ke pejabat Kementerian Pertanian.
"Kita ingin perlihatkan seperti apa kebesaran Kabupaten Gowa sebagai daerah raja-raja , baik yang lalu saat sekarang dan masa akan datang. Terutama dari filosofi-filosofi Bugis-Makassar yang dikembangkan di kerajaan ini," kata SYL didampingi Bupati Gowa , Adnan Purichta Ichsan.
Baca juga: Replika Balla Lompoa di Afrika Selatan Akan Jadi Pusat Kajian Islam
Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini menyebutkan, hingga saat ini, masyarakat Bugis-Makassar masih memegang teguh salah satu falsafah yang diajarkan orang terdahulu. Utamanya, falsafah dalam kepemimpinan yang berbunyi "Siri'na Tumabuttayya Niaki Ri Pammarentayya, Pa'rupanna Gauka Niaki Ritaujaia. Parentai Taua Ri Ero'na".
"Artinya bahwa harkat, martabat dan gengsi rakyat, penguasa yang bertanggung jawab. Semua yang terjadi hanya bisa jalan dengan baik kalau rakyat ikut di dalamnya dan perintah rakyat sesuai keinginannya," jelasnya.
"Kita ingin perlihatkan seperti apa kebesaran Kabupaten Gowa sebagai daerah raja-raja , baik yang lalu saat sekarang dan masa akan datang. Terutama dari filosofi-filosofi Bugis-Makassar yang dikembangkan di kerajaan ini," kata SYL didampingi Bupati Gowa , Adnan Purichta Ichsan.
Baca juga: Replika Balla Lompoa di Afrika Selatan Akan Jadi Pusat Kajian Islam
Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini menyebutkan, hingga saat ini, masyarakat Bugis-Makassar masih memegang teguh salah satu falsafah yang diajarkan orang terdahulu. Utamanya, falsafah dalam kepemimpinan yang berbunyi "Siri'na Tumabuttayya Niaki Ri Pammarentayya, Pa'rupanna Gauka Niaki Ritaujaia. Parentai Taua Ri Ero'na".
"Artinya bahwa harkat, martabat dan gengsi rakyat, penguasa yang bertanggung jawab. Semua yang terjadi hanya bisa jalan dengan baik kalau rakyat ikut di dalamnya dan perintah rakyat sesuai keinginannya," jelasnya.
Lihat Juga :