Pandemi COVID-19, Bagaimana Nasib Peserta Sekolah Adiwiyata
Senin, 15 Maret 2021 - 13:24 WIB
loading...
Peserta sekolah adiwiyata antusias di tengah pandemi COVID-19. Kegiatan seleksi masih dilakukan secara daring.SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Pandemi COVID-19 memberikan dampak luas bagi semua sektor. Di tengah pandemi ini, sebanyak 41 Pandemi COVID-19 memberikan dampak luas bagi semua sektor. Di tengah pandemi ini, sebanyak 41 lembaga pendidikan jenjang SD, SMP dan MTs di Kota Pahlawan tetap antusias mengikuti seleksi penilaian calon Sekolah Adiwiyata Kota Surabaya . jenjang SD, SMP dan MTs di Kota Pahlawan tetap antusias mengikuti seleksi penilaian calon Sekolah Adiwiyata Kota Surabaya.
Mereka masih antusias dalam menjalani seleksi. Dari puluhan peserta itu, sebanyak 31 lembaga pendidikan akhirnya dinyatakan lolos setelah melalui proses penilaian tiga komponen. Baca juga: Asyik, Anak Putus Sekolah Kini Bisa Ikut Pendidikan Vokasional
Kasi Peningkatan Kualitas dan Penyuluhan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dyan Prasetyaningtyas menuturkan, sistem penilaian calon Sekolah Adiwiyata 2021 dengan Tahun 2020 masih sama, yakni dilakukan melalui daring. Namun, pada tahun ini penilaian dilakukan mencakup tiga komponen.
"Kalau tahun 2020 itu masih dua komponen, yakni perencanaan dan pelaksanaan. Kalau sekarang 2021 sudah ful lengkap ada tiga komponen, yakni pelaksanaan, perencanaan dan pemantauan atau monitoring evaluasi," kata Dyan, Senin (15/3/2021).
Ia melanjutkan, karena di tahun 2020 penerapan Permen LHK No. P52 dan P53 masih baru, sehingga untuk komponen penilaian calon Sekolah Adiwiyata Kota pada aspek pemantauan, baru dapat dilaksanakan di tahun ini. Meski begitu penilaian di Tahun 2020 sebelumnya sudah sesuai dengan Permen LHK No. P52 dan P53.
Mereka masih antusias dalam menjalani seleksi. Dari puluhan peserta itu, sebanyak 31 lembaga pendidikan akhirnya dinyatakan lolos setelah melalui proses penilaian tiga komponen. Baca juga: Asyik, Anak Putus Sekolah Kini Bisa Ikut Pendidikan Vokasional
Kasi Peningkatan Kualitas dan Penyuluhan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dyan Prasetyaningtyas menuturkan, sistem penilaian calon Sekolah Adiwiyata 2021 dengan Tahun 2020 masih sama, yakni dilakukan melalui daring. Namun, pada tahun ini penilaian dilakukan mencakup tiga komponen.
"Kalau tahun 2020 itu masih dua komponen, yakni perencanaan dan pelaksanaan. Kalau sekarang 2021 sudah ful lengkap ada tiga komponen, yakni pelaksanaan, perencanaan dan pemantauan atau monitoring evaluasi," kata Dyan, Senin (15/3/2021).
Ia melanjutkan, karena di tahun 2020 penerapan Permen LHK No. P52 dan P53 masih baru, sehingga untuk komponen penilaian calon Sekolah Adiwiyata Kota pada aspek pemantauan, baru dapat dilaksanakan di tahun ini. Meski begitu penilaian di Tahun 2020 sebelumnya sudah sesuai dengan Permen LHK No. P52 dan P53.
Lihat Juga :