Cerita Pagi

Engku Putri Raja Hamidah, Permaisuri Sultan yang Berani Melawan Inggris dan Belanda

loading...
Engku Putri Raja Hamidah, Permaisuri Sultan yang Berani Melawan Inggris dan Belanda
Dataran Engku Putri di Batam. Foto SINDOnews
ENGKU Putri Raja Hamidah adalah sosok perempuan dan pemimpin yang cerdas. Engku Putri sendiri memegang peran penting di Kerajaan Melayu Riau, Lingga, Johor dan Pahang. Dia adalah permaisuri dari Sultan Mahmud Syah III. Dengan bertempat tinggal di pulau yang menjadi mahar perkawinannya yakni Pulau Penyengat, Engku Putri tinggal di pulau tersebut hingga akhir hayatnya pada tahun 1844

Pulau tersebut yang sangat populer itu diberikan pada tahun 1803. Hingga kini, Pulau Penyengat ramai didatangi warga khususnya yang ingin berwisata mendapatkan cerita-cerita mengenai Kerajaan Melayu.

Pulau ini sarat dengan nuansa Melayu, di mana pada pulau ini selain ada makam Engku Putri juga ada Mesjid Raya Sultan Riau dan peninggalan Kerajaan Melayu lainnya. Baca juga: Anies Baswedan Apresiasi Penyelenggaraan Jakarta Melayu Festival

Kembali ke sosok Engku Putri, putri dari yang di-Pertuan Muda Riau IV Raja Haji Fisabilillah ini memiliki kekuatan politik. Karena selain jadi permaisuri, Engku Putri Raja Hamidah juga menjadi penasehat hingga yang memegang adat dan tradisi.

Ini berarti, tugasnya sangat penting karena ia merupakan pemegang Regalia Kerajaan, yakni alat kebesaran Kerajaan Riau, Lingga, Johor, Pahang. Engku Putri bisa memilih, mengangkat dan melegitimasi sultan yang baru. Ada 40 Regakia, namun yang ada hingga sekarang hanya 5 saja yakni Cigan, Keris Panjang, Sayap Sandaq, Tepak Sirih dan Ketor.
Engku Putri Raja Hamidah, Permaisuri Sultan yang Berani Melawan Inggris dan Belanda




Yang paling diingat dari Engku Putri adalah ia sangat keras dalam mempertahankan regalia dan kedaulatan kerajaan. Apalagi pada saat itu, Inggris dan Belanda selalu merongrong kerajaannya dengan cara-cara dan tindakan politik yang kurang baik. Baca juga: Masyarakat Adat Sulsel Desak Perda Lembaga Adat Gowa Dicabut

Inggris dan Belanda ingin sekali regalia tersebut, hal ini agar bisa memudahkan mereka untuk melegitimasi sultan baru dan juga menjalankan skenario imperialisnya. Tetapi, dengan kalimat dan kata-kata yang diplomatis, Engku Putri berhasil melawan.

Sosok Engku Putri dikenal juga tegar, berhati kuat dan cerdas. Dia tidak suka dengan tindakan kesewenang-wenangan. Regalia kerajaan sakti dan sakral adalah hal yang penting, ini adalah simbol kekuasaan yang menjunjung tinggi adat dan tradisi Melayu. Baca juga: Bersembunyi dan Dilindungi 24 Jam, Politisi Anti-Islam Belanda Tak Menyesal

Pada masa pemerintahan modern saat ini, juga masih diingat nama besar Engku Putri Raja Hamidah. Di Batam yang notabene adalah tanah Melayu, ada suatu lapangan yang luas yang merupakan alun-alun Kota Batam yang diberi nama Dataran Engku Putri.

Tempat ini menjadi salah satu ikon Kota Batam dan juga tempat berkumpul warga Batam. Terletak di sebelah kantor pemerintahan Kota Batam, tempat ini sering menjadi tempat pada acara-acara besar di Batam. Baca juga: Ini Kronologi dan Penyebab Suami Bunuh Istri yang Sedang Hamil di Batam



Warga Batam tak asing dengan tempat ini. Selain tempat nongkrong, dataran Engku Putri juga bisa menjadi tempat olahraga karena ada beberapa fasilitas yang tersedia di sini.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top