Joget dengan Biduan Cantik, Wali Kota Blitar Belum Dipanggil Polisi, Ini Alasannya

loading...
Joget dengan Biduan Cantik, Wali Kota Blitar Belum Dipanggil Polisi, Ini Alasannya
Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
BLITAR - Polres Blitar Kota terus mengusut dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara pesta tasyakuran yang dihadiri Wali Kota Blitar Santoso. Namun Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan mengatakan, belum memanggil Wali Kota Blitar Santoso.

Baca juga: Gempar Video Wali Kota Blitar Joget dengan Wanita Seksi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pemangggilan Santoso masih menunggu hasil gelar perkara. "Nanti kita akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu (pemanggilan Wali Kota)," ujar Yudhi kepada wartawan, Senin (8/3/2021). Sejak Minggu malam (7/3) sebanyak lima orang telah diperiksa.

Baca juga: Berjoget Bersama Penyanyi Dangdut Seksi, Wali Kota Blitar Terancam Sanksi Pencopotan

Kelimanya terdiri dari panitia, peserta dan satgas. Polisi ingin memastikan sejauh mana protokol kesehatan diterapkan dalam acara tasyakuran. Seperti yang muncul dalam rekaman video berdurasi 4 menit 28 detik, Wali Kota Blitar Santoso tidak mengenakan masker.

Santoso bernyanyi, berjoget dan menyawer penyanyi wanita berpenampilan seksi. Semuanya juga tidak ada yang mengenakan masker. Begitu juga dengan puluhan orang yang berjoget berdesak-desakan. Sebagian besar juga tidak mengenakan masker.

Sebagai Ketua Satgas COVID-19 Kota Blitar, Yudhi yakin, Wali Kota Blitar akan kooperatif jika dimintai keterangan. "Kalau satgasnya pak wali kota. Menurut saya beliau akan kooperatif terkait hal itu," kata Yudhi menjelaskan.



Kapolres juga mengatakan, acara yang berlangsung sebenarnya tidak ada panitia acara. Acara, kata dia bersifat spontan di mana inisiatif datang dari relawan pemenangan Pilkada 2020. "Insiatif beberapa orang lalu mengundang wali kota. Patut diduga melanggar protokol kesehatan karena tidak mengenakan masker," tambahnya memaparkan.

Yudhi juga menegaskan, semua orang yang terlibat dalam acara akan dipanggil. Pada Senin ini (8/3), polisi yang berkoordinasi dengan dinas kesehatan juga tengah melakukan swab test. Rencananya semua peserta akan diswab test. "Swab test berlangsung di puskesmas," pungkas Yudhi.

Sementara saat dikonfirmasi, Wali Kota Blitar Santoso tidak membantah adanya pesta tersebut. Santoso mengatakan, kegiatan yang berlangsung adalah acara tasyakuran yang sudah lama ditunggu para relawan pilkada.

"Itu kegiatan tasyakuran yang sudah lama ditunggu oleh relawan," kata Santoso kepada Sindonews.com. Santoso juga mengatakan, jumlah mereka yang hadir dalam kegiatan tasyakuran tersebut, tidak melebihi 50 orang. Sementara kapasitas ruangan yang dipakai tasyakuran, kata dia 600 orang.

"Jumlahnya tidak lebih dari 50 orang dari kapasitas ruang 600 orang," tambah Santoso menjelaskan. Mengenai protokol kesehatan selama berlangsungnya acara, Santoso juga mengatakan, pihaknya sudah menghimbau kepada para peserta untuk melaksanakan protokol kesehatan.



"Kita sudah mengimbau kepada peserta untuk protokol kesehatan. Acara kita mulai jam 8 dan jam 10 sudah selesai," terang Santoso.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top