Penuh Kesabaran, Kombes Leo Ajak dan Ajarkan Cara Mengenakan Masker Kepada Santri

Rabu, 03 Maret 2021 - 11:24 WIB
loading...
Penuh Kesabaran, Kombes...
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Leonardus Simarmata memasangkan masker kepada santri di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh As-syafiiyah Kota Malang. Foto/Dok. Timsus M1
A A A
MALANG - Anak-anak santri di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh As-syafi'iyah Kota Malang, begitu antusias menerima masker berwarna putih yang dibawa anggota Polri dan TNI. Mereka menerima masker itu dengan penuh keceriaan.

Baca juga: Kampanye Pakai Masker di Ponpes, Kombes Leo: Santri Adalah Orang-orang Disiplin

Di antara keseruan para santri tersebut, Kapolresta Malang Kota , Kombes Pol. Leonardus Simarmata dengan penuh kesabaran, mengajak para santri untuk mengenakan masker yang telah dibagikan. Tak segan-segan, perwira menengah Polri ini, langsung memasangkan masker kepada para santri.



Langkah memasangkan masker dengan benar tersebut, dilakukan oleh pria yang akrab disapa Leo ini, sebagai upaya untuk mengajarkan secara langsung cara mengenakan masker guna mencegah penularan COVID-19.

Baca juga: Gempar Video Penembakan Gus Idris Pengasuh Pesantren di Malang, Polda Jatim Pastikan Hoax

Kunjungan Kapolresta Malang Kota , bersama Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona ke pondok pesantren yang ada di Jalan Joyo Agung, Kelurahan Tlogomas No. 2, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, merupakan bagian dari Gerakan Santri Bermasker, yang bertujuan mencegah penularan COVID-19 di lingkungan pesantren.

Ada 1.000 masker yang dibagikan untuk para santri di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh As-syafi'iyah. " Santri bermasker ini merupakan program yang sudah dicanangkan, dan dirumuskan oleh ibu Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya, dan Kapolda Jatim. Diharapkan, gerakan ini akan menjadi contoh bagi warga," tutur Leo.

Baca juga: 8 Kali Diselingkuhi Kekasihnya, Gadis Cantik di Gunungkidul Sukses Bisnis 'KeTahu-An'

Leo mengatakan, program santri bermasker merupakan program yang sangat strategis, karena pesantren merupakan lembaga pendidikan yang melibatkan banyak orang, dan bisa memberikan contoh kepada masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19.

"Hingga saat ini proses vaksinasi terus berjalan, tetapi masyarakat diminta untuk tetap menerapkan secara disiplin protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Kami berharap pesantren bisa menjadi percontohan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19," tuturnya.

Baca juga: XTC dan Moonraker Terlibat Bentrokan Berdarah di Bandung Barat, Ini Sikap XTC Indonesia

Sementara pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh As-syafi'iyah, M. Bisri mengatakan, sangat berterimakasih dan mendukung gerakan santri bermasker tersebut. "Sejak awal pandemi COVID-19, sampai dengan sekarang pesantren kami selalu mengikuti protokol kesehatan ," tegasnya.

Bagi guru besar Universitas Brawijaya (UB) Malang ini, gerakan santri bermasker sangat luar biasa, karena di pesantren setiap hari santri dan pengasuh selalu berkumpul untuk menjalankan aktivitas, tentunya dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan .

"Sebanyak 100 santri kami pernah positif COVID-19, Kejadiannya sekitar bulan Oktober 2020, dan Alhamdulillah, bisa sembuh dengan terapi mandiri menggunakan obat probiotik serta menerapkan protokol kesehatan ," tegasnya.

Baca juga: Kotamobagu Gempar, Beredar Video Aksi Kekerasan dan Bullying Remaja Putri Berseragam SMA

Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona menegaskan, disiplin menerapkan protokol kesehatan masih menjadi kunci dalam pencegahan penularan COVID-19. "Program santri bermasker , akan menjadi contoh bagi masyarakat umum tentang kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan ," tegasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Dugaan Pelecehan...
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Dokter AYP Dicecar 50 Pertanyaan
RS Persada Belum Beri...
RS Persada Belum Beri Akses CCTV untuk Penyelidikan Dugaan Pelecehan Oknum Dokter
Mahasiswa PTN di Malang...
Mahasiswa PTN di Malang Bunuh Diri Lompat dari Jembatan Tunggulmas
Kasus Kebakaran Pasar...
Kasus Kebakaran Pasar Comboran Malang Diduga Akibat Kelalaian, Ini Respons Polisi
Presiden Eksekutif Mahasiswa...
Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya Dicecar 30 Pertanyaan
IIPG Apresiasi Gerak...
IIPG Apresiasi Gerak Cepat Polresta Malang Kota Tangkap Penganiaya Anak Selebgram
Cegah Pandemi Covid-19...
Cegah Pandemi Covid-19 Berikutnya, Menkes Budi: Jangan Tunggu Patogen Hewan Loncat ke Manusia
Pemerintah Gunakan 2...
Pemerintah Gunakan 2 Strategi Cegah Covid-19 Meningkat
Catat! Berikut Syarat...
Catat! Berikut Syarat Naik Pesawat Saat Libur Nataru
Rekomendasi
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Berita Terkini
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved