Feri Simanjuntak Korban Penembakan Brutal Merupakan Sosok Tulang Punggung Keluarga
Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:28 WIB
loading...
Mobil ambulance RS Bhayangkara membawa jenazah Feri Saut Simanjuntak untuk dikebumikan di TPU Kristen Medan Labuhan. (Foto:INews/Yudha Bahar)
A
A
A
MEDAN - Suasana duka masih menyelimuti keluarga Mula Simanjuntak (60) di Jalan Perwira Gang Asbes, Medan Barat, Sumatera Utara. Walaupun serasa berat melepas kematian putranya Feri Saut Simanjuntak (31), Mula tetap mencoba bersabar dan mengharapkan agar pelaku oknum polisi dihukum seberat-beratnya. Baca juga: Isak Tangis Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Pratu Martinus Sinurat
"Berat memang, dia tulang punggung keluarga membantu adik dan kakak-kakaknya. Setiap bulan disisihkannya untuk membantu kakaknya berjualan jajajan," kata, Mula Simanjuntak sembari menyeruput air mineral dengan suaa parau, Sabtu (28/2/2021).
Mula Simanjuntak yang berprofesi sebagai penjaga malam di salah satu gudang di kawasan Medan Labuhan, kemudian menyandarkan tubuhnya ke dinding beton tak berpelaster. Almarhum Feri mermerupakan anak ke empat dari lima bersudara, dan sudah merantau lima tahun ke jakarta. Terakhir bekerja di RM Cafe Cengkareng, Jakarta Barat. Baca juga: Camat Tutup Mata, Jalan Lingkar Tembung Disesaki Pedagang
Peristiwa tragis yang menimpa Feri pertama kali diketahuinya dari televisi dan keluarga. Kabar tersebut membuatnya terhenyak dan menangis. "Tega sekali yang membunuh anak saya ini. Kok bisa orang sekejam itu," katanya, menahan tangis.
Mula Simanjuntak yang duduk di lantai beralaskan tikar berharap pelaku Bripka CS dihukum seberat-beratnya dan berharap pihak perusahaan tempat anaknya bekerja berkenan memberikan santunan yang dapat membantu meringakan kebutuhan keluarganya.
"Berat memang, dia tulang punggung keluarga membantu adik dan kakak-kakaknya. Setiap bulan disisihkannya untuk membantu kakaknya berjualan jajajan," kata, Mula Simanjuntak sembari menyeruput air mineral dengan suaa parau, Sabtu (28/2/2021).
Mula Simanjuntak yang berprofesi sebagai penjaga malam di salah satu gudang di kawasan Medan Labuhan, kemudian menyandarkan tubuhnya ke dinding beton tak berpelaster. Almarhum Feri mermerupakan anak ke empat dari lima bersudara, dan sudah merantau lima tahun ke jakarta. Terakhir bekerja di RM Cafe Cengkareng, Jakarta Barat. Baca juga: Camat Tutup Mata, Jalan Lingkar Tembung Disesaki Pedagang
Peristiwa tragis yang menimpa Feri pertama kali diketahuinya dari televisi dan keluarga. Kabar tersebut membuatnya terhenyak dan menangis. "Tega sekali yang membunuh anak saya ini. Kok bisa orang sekejam itu," katanya, menahan tangis.
Mula Simanjuntak yang duduk di lantai beralaskan tikar berharap pelaku Bripka CS dihukum seberat-beratnya dan berharap pihak perusahaan tempat anaknya bekerja berkenan memberikan santunan yang dapat membantu meringakan kebutuhan keluarganya.
Lihat Juga :