Pagi Ini, Sandiaga dan Angela Hadiri Upacara Pemakaman I Gede Ardika
Senin, 22 Februari 2021 - 08:19 WIB
loading...
Upacara Pemakaman I Gede Ardika di Gedung Sport & Convention Hall Sekolah Tinggi Pariwisata (STP), Jalan Setiabudi, Kota Bandung. Foto/Arif
A
A
A
BANDUNG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiga S Uno dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo hadir pada upacara Pemakaman Mantan Menteri Pariwisata I Gede Ardika, Senin (22/2/2021).
Prosesi upacara pemakaman dilakukan di Gedung Sport & Convention Hall Sekolah Tinggi Pariwisata (STP), Jalan Setiabudi, Kota Bandung. Hadir para sanak dan kerabat almarhum I Gede Ardika, pejabat STP Bandung, dan lainnya. Hadir juga mantan wakil Menteri Sapta Nirwandar.
Menurut adik almarhum, I Gede Artika, setelah disemayamkan dan upaya pemakaman di STP, almarhum kemudian akan dikremasi di TPU Cikadut, Cicaheum, Kota Bandung. Setelah proses kremasi, kemudian dilakukan pendem abu di Gunung Bohong, Cimahi.
"Karena melihat situasi dan kondisi saat ini, tidak memungkinkan dilakukan larung dilaut. Makanya kami cari alternatifnya, dengan pendem abu di Gunung Bohong," kata Gede Artika.
Menurut dia, almarhum memang sering mengalami sakit sakitan sejak 2019 lalu. Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata era Presiden Megawati dan Abdurahman Wahid ini mengalami sakit leukimia. Beberapa kali mendapat perawatan di rumah sakit. "Beliau sosok yang baik terhadap keluarga. Selalu menyempatkan waktu buat keluarga," imbuh dia.
Prosesi upacara pemakaman dilakukan di Gedung Sport & Convention Hall Sekolah Tinggi Pariwisata (STP), Jalan Setiabudi, Kota Bandung. Hadir para sanak dan kerabat almarhum I Gede Ardika, pejabat STP Bandung, dan lainnya. Hadir juga mantan wakil Menteri Sapta Nirwandar.
Menurut adik almarhum, I Gede Artika, setelah disemayamkan dan upaya pemakaman di STP, almarhum kemudian akan dikremasi di TPU Cikadut, Cicaheum, Kota Bandung. Setelah proses kremasi, kemudian dilakukan pendem abu di Gunung Bohong, Cimahi.
"Karena melihat situasi dan kondisi saat ini, tidak memungkinkan dilakukan larung dilaut. Makanya kami cari alternatifnya, dengan pendem abu di Gunung Bohong," kata Gede Artika.
Menurut dia, almarhum memang sering mengalami sakit sakitan sejak 2019 lalu. Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata era Presiden Megawati dan Abdurahman Wahid ini mengalami sakit leukimia. Beberapa kali mendapat perawatan di rumah sakit. "Beliau sosok yang baik terhadap keluarga. Selalu menyempatkan waktu buat keluarga," imbuh dia.
Lihat Juga :