Gubernur Khofifah Klaim PPKM Mikro Efektif, Zona Merah COVID-19 Sisakan Jombang
Minggu, 21 Februari 2021 - 15:45 WIB
loading...
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengklaim PPKM Mikro efektif menekan penyebaran COVID-19, salah satu buktinya zona merah di Jatim tinggal menyisakan Jombang. Foto: DOK/SINDONews
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengklaim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro , sejak Selasa (9/2/2021) dan akan berakhir, Senin (22/2/2021), efektif untuk menurunkan penyebaran COVID-19 di Jatim .
“Kita telah melakukan evaluasi dari PPKM. Baik itu PPKM tahap pertama maupun kedua maupun PPKM Mikro. Dari data yang ada kami melihat bahwa terdapat banyak hasil yang menggembirakan dari berbagai indikator epidemiologis," kata Khofifah, Minggu (21/2/2021).
Baca juga: Kapolda Jatim, Gubernur, dan Pangdam V Brawijaya Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua
Menurutnya, selama PPKM mikro, hasil signifikan tampak pada penurunan jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di ruang isolasi biasa maupun ICU. Selama PPKM tahap satu dan dua serta PPKM Mikro, tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi biasa di Jatim turun dari 79% menjadi 46%. BOR ICU juga turun dari 72% menjadi 57%.
"Artinya, keterisian rumah sakit di Jatim sudah sesuai syarat dari WHO yakni dibawah 60%," ujarnya.
“Kita telah melakukan evaluasi dari PPKM. Baik itu PPKM tahap pertama maupun kedua maupun PPKM Mikro. Dari data yang ada kami melihat bahwa terdapat banyak hasil yang menggembirakan dari berbagai indikator epidemiologis," kata Khofifah, Minggu (21/2/2021).
Baca juga: Kapolda Jatim, Gubernur, dan Pangdam V Brawijaya Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua
Menurutnya, selama PPKM mikro, hasil signifikan tampak pada penurunan jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di ruang isolasi biasa maupun ICU. Selama PPKM tahap satu dan dua serta PPKM Mikro, tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi biasa di Jatim turun dari 79% menjadi 46%. BOR ICU juga turun dari 72% menjadi 57%.
"Artinya, keterisian rumah sakit di Jatim sudah sesuai syarat dari WHO yakni dibawah 60%," ujarnya.
Lihat Juga :