Kampung Miliarder di Tuban Borong Mobil Mewah, Warganya Rata-rata Dapat Rp8 Miliar

loading...
Kampung Miliarder di Tuban Borong Mobil Mewah, Warganya Rata-rata Dapat Rp8 Miliar
Desa Sumur Geneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendadak menjadi kampung miliarder baru sehingga warganya memborong sejumlah mobil mewah. Foto iNews TV/Pipiet W
TUBAN - Desa Sumur Geneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban , Jawa Timur mendadak menjadi kampung miliarder baru . Dimana ratusan warga yang awalnya petani tulen mendadak kaya raya setelah menerima pembayaran lahan untuk proyek Kilang Minyak Pertamina sehingga memborong sejumlah mobil mewah. Aksi ini pun sempat viral dan menghebohkan warganet
karena pemandangan berbeda terlihat di Jalan Masuk Desa Sumurgeneng.

Dimana ada sebanyak 17 truk pengangkut mobil mewah melaju beriringan dikawal mobil polisi dalam satu waktu pengiriman.
Mobil-mobil seharga ratusan juta ini diborong sejumlah warga langsung dari diler di Kota Surabaya dan Tuban .

Baca juga: Viral, Usai Dapat Ganti Rugi Pertamina, Warga Sedesa di Tuban Borong Mobil Baru

Total terdapat sebanyak tujuh belas mobil dalam berbagai merek diangkut beriringan. Sehingga kedatangan mobil baru ini cukup menghebohkan dan videonya sempat viral.

“Ini warga saya rata rata dapat Rp8miliar dan rata rata dibelikan mobil, rehab rumah dan beli tanah lagi paling banyak Rp26 miliar,” kata Kepala Desa Sumurgeneng Gianto, Selasa (16/2/2021).



Sementara itu Nurul salah satu warga yang mendadak jadi miliarder ini mengaku uang yang didapat dari ganti rugi pembebasan lahan untuk pendirian Kilang Minyak Pertamina itu digunakan untuk membeli empat unit mobil serta untuk membeli tanah dan investasi.

Baca juga : Viral Sekampung Borong Mobil, 2 Hari Diposting Sudah Ditonton 1,5 Miliar

Selain itu, kata dia, juga sebagian dana lainnya akan digunakan untuk usaha agar dapat digunakan hasilnya di kemudian hari.



“Mudah mudahan dengan adanya kilang minyak kita juga mensyukuri karena di desa lain juga tidak ada,” kata Nurul.

Menurut dia, mayoritas lahan yang dibebaskan merupakan ladang. Apresial mematok harga cukup tinggi yaitu Rp600 ribu sampai Rp800 ribu per meter tergantung posisinya. “Dengan demikian warga bisa menerima uang pembebasan hingga mencapai milyaran rupiah,” timpalnya.
(sms)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top