Dishub Swab Test Antigen 100 Sopir Angkot Berbagai Trayek di Lembang

loading...
Dishub Swab Test Antigen 100 Sopir Angkot Berbagai Trayek di Lembang
Petugas sedang melakukan swab test antigen kepada sopir angkot di Terminal Panorama Lembang untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di kalangan pengguna transportasi. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
BANDUNG BARAT - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar swab test antigen di wilayah Lembang, Rabu (10/2/2021). Pemeriksaan ini digelar di terminal Panorama Lembang dengan menyasar para sopir angkutan kota (angkot) dari berbagai trayek.

Pengemudi yang terjaring kemudian diminta menunjukkan identitas diri kepada petugas pendaftaran. Kemudian satu persatu dipanggil untuk menjalani pemeriksaan swab test antigen.

Sopir angkot trayek Lembang-Stasiun, Heri mengaku baru pertama kali menjalani pemeriksaan swab test antigen. Dirinya mengaku tidak takut untuk dites, karena ini untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Baca juga: Banjir di Karangligar Karawang Capai 2 Meter, Ribuan Warga Mengungsi



"Tes semacam ini bagus, karena saya dapat mengetahui apakah terpapar COVID-19 atau tidak. Apalagi kan gratis, kalau sendiri sengaja berapa uang yang harus keluar," ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan, KBB, Lukmanul Hakim menyebutkan, pihaknya ingin berkontribusi mendukung pelaksanaan PPKM mikro yang sekarang sedang dijalankan. Salah satunya dengan mengadakan swab tes antigen gratis kepada sekitar 100 pengemudi angkot di Lembang. "Ini untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 dikalangan penumpang maupun keluarga sopir angkot," ujarnya.

Baca juga: Heboh Situs Porno di Buku Sosiologi SMA, Kadisdik Jabar Sebut Sudah Ditarik



Dirinya menginginkan, protokol kesehatan benar-benar dijalankan baik oleh seluruh masyarakat termasuk sopir angkot karena mereka kerap bersentuhan langsung dengan orang banyak. Bila ditemukan sopir yang dinyatakan reaktif, maka selanjutnya akan dilakukan tes PCR.

"Pemda KBB sedang fokus menekan penyebaran COVID-19 di tiga kecamatan, yakni Lembang, Padalarang dan Ngamprah yang kasusnya terbanyak dibanding kecamatan lain. Ini yang kita waspadai," pungkasnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top