Kanker Payudara Penyebab Kematian Tertinggi di Bandung
Jum'at, 05 Februari 2021 - 13:33 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
BANDUNG - Kanker payudara menjadi salah satu penyakit penyumbang kematian terbesar di Kota Bandung. Berbagai upaya terus dilakukan Pemkot Bandung, agar pengidap kanker ini angkanya terus menurun.
Data Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Bandung, kanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi di Kota Bandung. “Kami khawatir di masa-masa yang akan datang penyintas kanker semakin naik. Ingat kematian terbesar karena kanker payudara,” kata Ketua YKI Cabang Bandung, Siti Muntamah Oded.
Di Kota Bandung, penderita kanker setiap tahunnya mengalami kenaikan. Pada tahun 2019 lebih dari 500 orang mengidap kanker, sementara pada tahun 2020 jumlahnya bertambah menjadi 600 lebih.
“Mari periksa payudara dengan intensif sejak mulai haid, karena itu sangat mudah dan bisa dilakukan secara mandiri. Ini sebagai sebuah pesan, marilah kita peduli, kenali dengan melakukan deteksi dini adalah kita sendiri harus melakukan pola hidup yang sehat,” tuturnya.
YKI, kata dia, terus berupaya meningkatkan kepedulian kepada para penyintas kanker. Salah satunya melalui HHC (Hospice Home Care) atau kegiatan mengunjungi pejuang kanker di Kota Bandung.
Baca juga: Gunakan Incenerator Canggih, Jamed Musnahkan Ratusan Ton Limbah Medis COVID-19
Pada HHC tersebut, YKI Cabang Bandung memberikan bantuan, mengedukasi, serta motivasi kepada para pejuang kanker agar terus semangat untuk mencapai kesembuhan. Dukungan psikologis sangatlah penting diberikan agar mereka tidak merasa berjuang sendiri.
Data Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Bandung, kanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi di Kota Bandung. “Kami khawatir di masa-masa yang akan datang penyintas kanker semakin naik. Ingat kematian terbesar karena kanker payudara,” kata Ketua YKI Cabang Bandung, Siti Muntamah Oded.
Di Kota Bandung, penderita kanker setiap tahunnya mengalami kenaikan. Pada tahun 2019 lebih dari 500 orang mengidap kanker, sementara pada tahun 2020 jumlahnya bertambah menjadi 600 lebih.
“Mari periksa payudara dengan intensif sejak mulai haid, karena itu sangat mudah dan bisa dilakukan secara mandiri. Ini sebagai sebuah pesan, marilah kita peduli, kenali dengan melakukan deteksi dini adalah kita sendiri harus melakukan pola hidup yang sehat,” tuturnya.
YKI, kata dia, terus berupaya meningkatkan kepedulian kepada para penyintas kanker. Salah satunya melalui HHC (Hospice Home Care) atau kegiatan mengunjungi pejuang kanker di Kota Bandung.
Baca juga: Gunakan Incenerator Canggih, Jamed Musnahkan Ratusan Ton Limbah Medis COVID-19
Pada HHC tersebut, YKI Cabang Bandung memberikan bantuan, mengedukasi, serta motivasi kepada para pejuang kanker agar terus semangat untuk mencapai kesembuhan. Dukungan psikologis sangatlah penting diberikan agar mereka tidak merasa berjuang sendiri.
Lihat Juga :