Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Setelah Divaksin COVID-19, Masker Masih Wajib Dipakai

loading...
Setelah Divaksin COVID-19, Masker Masih Wajib Dipakai
Pakar Imunologi Unair Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo dr., M.Si, M.Ked.Klin, SpMK.
SURABAYA - Ribuan orang sudah menjalani vaksinasi COVID-19 . Meskipun sudah ikut vaksinasi, pemakaian masker serta protokol kesehatan lainnya masih tetap harus dilakukan. Pasalnya, antibodi yang diperoleh tubuh belum sempurna.

Pakar Imunologi Universitas Airlangga Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo dr., M.Si, M.Ked.Klin, SpMK menuturkan, pemahaman masyaraka terkait vaksinasi harus benar. Setelah pemberian vaksin pertama, tubuh tidak langsung kebal. Setidaknya perlu waktu seminggu untuk menghasilkan antibodi.

“Antibodi yang dihasilkan itu pun masih cukup rendah kadarnya. Makanya ada vaksinasi selanjutnya,” kata Agung, Minggu (24/1/2021).

Baca juga: Bangkalan Gempar, Seorang Wanita Melahirkan 4 Bayi Kembar, Semuanya Meninggal



Ia melanjutkan, pada beberapa kasus seperti Hepatitis B, antibodi tidak terbentuk setelah vaksinasi. Sehingga infeksi sangat mungkin terjadi meski telah menerima vaksin. Sehingga masih ada potensi untuk tertular kalau tidak menjaga protokol kesehatan.

“Setelah pemberian vaksin pertama, antibodi masih belum terbentuk. Sambil menunggu antibodi meningkat dengan baik, kita tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya,” ucapnya.

Dosen Fakultas Kedokteran Unair ini menambahkan, masyarakat juga perlu mencatat kalau tujuan vaksinasi bukan untuk melepas masker. Mereka harus tetap waspada. Sebab menurutnya, vaksinasi juga tidak menghentikan penularan virus.

Baca juga: Langgar PPKM, Tiga Pengusaha dan 18 Warga Surabaya Didenda

Ia menyarankan agar tetap melakukan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, mengurangi mobilisasi dan menjauhi kerumunan.
“Pemberian vaksin juga tidak melindungi kita dari proses penularan virus. Karena walaupun sudah divaksin, transmisi virus kan tetap terjadi,” ungkapnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top