Ancaman Penularan COVID-19 Masih Tinggi, Beredar Video Kerumunan di Pasar Hewan

loading...
Ancaman Penularan COVID-19 Masih Tinggi, Beredar Video Kerumunan di Pasar Hewan
Kerumunan pedagang dan pembeli di Pasar Hewan Munggi, Kabupaten Gunungkidul, di tengah adanya PPKM, viral di media sosial. Foto/iNews TV/Kismaya Wibowo
GUNUNGKIDUL - Kerumunan pedagang dan pembeli hewan ternak di Pasar Hewan Munggi, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, ramai diperbincangan di media sosial. Pasalnya, kerumunan terjadi saat ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: Satgas Covid-19 Bubarkan Kerumunan dan Tutup Warung di Sawangan

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kecamatan Semanu, meminta kepada warga mentaati protokoler kesehatan yang sudah ditentukan. Namun kerumunan tetap saja terjadi , disebabkan oleh banyaknya para penjual dan pembeli yang melakukan transaksi.





Banyaknya pedagang dan pembeli hewan ternak, yang melakukan transaksi di Pasar hewan Munggi, semakin diperparah dengan sempitnya area pasar hewan. Bahkan banyak ditemukan juga pedagang dan pembeli tidak menggunakan masker secara benar .

Baca juga: Algazali Tebas Tangan Ibu dan Anak, Tak Berkutik Saat Dibekuk Polisi

Salah satu pedagang sapi, Budi Raharjo mengatakan, selama masa pandemi COVID-19, omset penjualan hewan ternaknya menurun hingga 70 persen jika dibandingkan dengan kondisi normal.



"Selain itu harga jual sapi dan kambing juga menurun, karena sepinya pembeli. Kami terpaksa tetap berjualan di pasar hewan, supaya sapi dan kambing dagangan kami ini laku dijual," tuturnya.

Baca juga: 42 Santri di Kabupaten Garut Positif COVID-19, Ponpes Ditutup Total

Sementara itu, Ketua Satgas COVID-19 Kecamatan Semanu, Marwoto Hadi, sosialisasi sudah dilakukan terus-menerus kepada warga, agar menaati protokol kesehatan . "Hanya saja faktor ekonomi, membuat mereka tidak bisa menghindari kerumunan," tuturnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top