Serangan COVID-19, Membuat Perawat Kesehatan di Jatim Bertumbangan

loading...
Serangan COVID-19, Membuat Perawat Kesehatan di Jatim Bertumbangan
Perawat kesehatan di Jawa Timur, bertumbangan akibat serangan COVID-19. Foto/Ilustrasi
SURABAYA - Kabar duka terus menyelimuti dunia keperawatan di Jawa Timur (Jatim). Seorang perawat di Puskesmas , kembali meregang nyawa akibat serangan COVID-19 . Tangis dan doa dipanjatkan rekan seprofesinya, saat melepas jenazah ke peristirahatan terakhirnya.

Baca juga: Kian Mengkhatirkan, Dalam Sepekan 10 Perawat di Jatim Gugur Akibat Serangan COVID-19

Petugas pemulasaran jenazah, memimpin jalannya salat jenazah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Sejumlah rekan perawat juga mengikuti salat jenazah dengan menerapkan protokol kesehatan. Usai salat jenazah, petugas langsung melakukan pemakaman sesuai standar protokol kesehatan COVID-19 .





Perawat kesehatan yang meninggal hari ini, bertugas di Puskesmas Ngujung Maospati Magetan. Almarhum meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama tujuh hari di RSUD Dolopo Kabupaten Magetan, usai sebelumnya dirujuk dari Puskesmas Ngujung.

Baca juga: Kisah Kesaktian Hang Tuah dan Keris Taming Sari Menjaga Kedaulatan Kesultanan Malaka

Perawat berusia 59 tahun yang hasil swab pcr dinyatakan positif COVID-19 ini, diduga terpapar saat memberikan pelayanan kesehatan. Selain itu, adanya penyakit penyerta diduga semakin memperburuk kondisi kesehatan almarhum.



Ketua PPNI Jatim, Nursalam menyatakan, selain pemberian vaksin serta berharap kewaspadaan perawat saat bertugas, untuk mengantisipasi terus gugurnya perawat akibat COVID-19 , PPNI Jatim meminta pemerintah atau institusi kesehatan rutin melakukan pemeriksan kesehatan bagi para perawat.

Baca juga: 4 Pemuda dan 1 Anak Laki-laki Dibekuk Polisi Usai Memperkosa Anak Gadis di Tanggamus

Dia menyebutkan, dalam tiga hari terakhir tiga orang perawat di Jatim meninggal dunia secara beruntun, akibat COVID-19 . "Hingga kini, ada sebanyak 86 orang perawat di Jatim, meninggal akibat COVID-19 . Sementara yang dinyatakan positif COVID-19 , mencapai 2.576 orang perawat ," tuturnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top