Program Hamil, Sejumlah Tenaga Kesehatan Tolak Vaksinasi COVID-19

loading...
Program Hamil, Sejumlah Tenaga Kesehatan Tolak Vaksinasi COVID-19
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
SEMARANG - Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Tengah enggan disuntik vaksin COVID-19 tahap pertama, dengan berbagai alasan. Di antaranya menolak vaksinasi karena tengah mengikuti program kehamilan.

“Saya sampaikan dari jumlah sasaran 33.348 sampai siang ini, yang sudah divaksin ada 6.884 atau 20,6%, KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) kumulatif ada 25 dan itu semuanya reaksi ringan. Lalu juga yang tidak hadir ada 285, dan yang ditunda ada 428 (nakes),” kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, Rabu (20/1/2021).

Dia menjelaskan, dari seluruh tenaga kesehatan yang menjalani vaksinasi terdapat 5% yang tidak hadir dengan mengungkapkan alasannya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan akan meminta pendapat pakar tentang vaksinasi COVID-19 bagi yang sedang menjalani program kehamilan. “Jadi yang tidak hadir itu sekitar 5% dan alasannya macam-macam," tuturnya.



Baca juga: Tahap Pertama, Salatiga Dapat Jatah Vaksin Sinovac 2.500 Dosis

Ada yang alasannya sedang melakukan pengobatan. Artinya, jelas dia, sakit sehingga tidak bisa datang untuk vaksin. "Lalu juga ada yang alergi, dan sebenarnya ini termasuk persyaratan komorbiditas, lalu juga tidak enak badan antara lain flu, lalu badannya kurang fit,” ungkapnya.

Baca juga: 25 Januari, Vaksinasi COVID-19 Tahap 1 di Jawa Tengah Ditarget Kelar



“Ada juga yang karena program ingin hamil. Ini juga saya akan minta pendapat ahli apakah seperti ini program hamil seperti ini ini menghambat atau direkomendasikan ditunda dulu vaksinasi atau seperti apa nanti alasan ilmiahnya akan kita konsultasikan. Namun demikian pada prinsipnya alasan tidak hadir itu adalah masih rasional dan itu bisa kita reschedule, kemudian yang program hamil hanya sebagian kecil,” tandasnya.
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top