Ketua DPRD Mandailing Natal Menolak Divaksin COVID-19, Ini Alasannya
Senin, 18 Januari 2021 - 17:40 WIB
loading...
Ketua DPRD Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis menolak divaksinasi. Foto/SINDOnews/Zia Nasution
A
A
A
MANDAILING NATAL - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) , Sumatera Utara, Erwin Efendi Lubis menyatakan menolak untuk divaksinasi COVID-19 .
Baca juga: Akhiri Libur Panjang, Pantai Batu Rusa di Mandailing Natal Dipadati Warga
"Saya dan keluarga sampai saat ini, saya tidak mau ikut divaksin COVID-19. Karena tidak ada yang bisa menjamin kalau vaksin itu tidak menimbulkan masalah baru. China sendiri yang produksi tidak memakai, Turki, Brazil dan negara lain tidak memakai itu," ujarnya, dikutip Senin (18/1/2021).
Baca juga: Orang dengan Kondisi Tertentu Tak Bisa Disuntik Vaksin Sinovac, Apa Saja?
Dikatakan Erwin, dia siap membayar sanksi sesuai dengan aturan negara yang tidak mau ikut divaksin didenda Rp5 juta.
"Saya akan bayar itu, kalau pun saya tidak punya uang, saya akan jual apa yang saya punya. Yang jelas saya tidak mau divaksin, dan kalau memang gara-gara itu kami harus diasingkan akan saya jalani, tapi kalau besok kajian saya berubah mungkin beda," katanya
Sementara itu, dari keterangan yang diperoleh dari Satgas COVID-19, untuk Madina mendapatkan jatah sekitar 300 dosis vaksin Sinovac. Tahap pertama penyuntikan diproritaskan untuk Tenaga Kesehatan.
Baca juga: Akhiri Libur Panjang, Pantai Batu Rusa di Mandailing Natal Dipadati Warga
"Saya dan keluarga sampai saat ini, saya tidak mau ikut divaksin COVID-19. Karena tidak ada yang bisa menjamin kalau vaksin itu tidak menimbulkan masalah baru. China sendiri yang produksi tidak memakai, Turki, Brazil dan negara lain tidak memakai itu," ujarnya, dikutip Senin (18/1/2021).
Baca juga: Orang dengan Kondisi Tertentu Tak Bisa Disuntik Vaksin Sinovac, Apa Saja?
Dikatakan Erwin, dia siap membayar sanksi sesuai dengan aturan negara yang tidak mau ikut divaksin didenda Rp5 juta.
"Saya akan bayar itu, kalau pun saya tidak punya uang, saya akan jual apa yang saya punya. Yang jelas saya tidak mau divaksin, dan kalau memang gara-gara itu kami harus diasingkan akan saya jalani, tapi kalau besok kajian saya berubah mungkin beda," katanya
Sementara itu, dari keterangan yang diperoleh dari Satgas COVID-19, untuk Madina mendapatkan jatah sekitar 300 dosis vaksin Sinovac. Tahap pertama penyuntikan diproritaskan untuk Tenaga Kesehatan.
(shf)
Lihat Juga :