Pandemi COVID-19, Pakar Imunologi: Pemakaian Masker Setidaknya 4 Tahun Lagi
Senin, 18 Januari 2021 - 07:54 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pegawainya Banyak yang Positif COVID-19, Mulai Hari Ini PN Surabaya Ditutup
Antibodi yang dihasilkan itu pun, lanjutnya, masih cukup rendah kadarnya. Bahkan pada beberapa kasus, misalnya Hepatitis B, antibodi tidak terbentuk setelah vaksinasi . Sehingga infeksi sangat mungkin terjadi meski telah menerima vaksin.
"Setelah pemberian vaksin pertama, antibodi masih belum terbentuk. Sambil menunggu antibodi meningkat dengan baik, kita tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya," jelas dosen Fakultas Kedokteran Unair itu.
Lagipula, tandasnya, tujuan vaksinasi bukan untuk melepas masker. Masyarakat harus tetap waspada. Sebab menurutnya, vaksinasi juga tidak menghentikan penularan virus.
Baca juga: Hingga Minggu Malam, Korban Meninggal Akibat Gempa Sulawesi Barat Mencapai 81 Orang
Ia pun menyarankan agar tetap melakukan protokol kesehatan . Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, mengurangi mobilisasi dan menjauhi kerumunan. Kebiasaan baru ini harus bisa menjadi tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat.
Antibodi yang dihasilkan itu pun, lanjutnya, masih cukup rendah kadarnya. Bahkan pada beberapa kasus, misalnya Hepatitis B, antibodi tidak terbentuk setelah vaksinasi . Sehingga infeksi sangat mungkin terjadi meski telah menerima vaksin.
"Setelah pemberian vaksin pertama, antibodi masih belum terbentuk. Sambil menunggu antibodi meningkat dengan baik, kita tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya," jelas dosen Fakultas Kedokteran Unair itu.
Lagipula, tandasnya, tujuan vaksinasi bukan untuk melepas masker. Masyarakat harus tetap waspada. Sebab menurutnya, vaksinasi juga tidak menghentikan penularan virus.
Baca juga: Hingga Minggu Malam, Korban Meninggal Akibat Gempa Sulawesi Barat Mencapai 81 Orang
Ia pun menyarankan agar tetap melakukan protokol kesehatan . Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, mengurangi mobilisasi dan menjauhi kerumunan. Kebiasaan baru ini harus bisa menjadi tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat.
Lihat Juga :