Hingga Minggu Malam, Korban Meninggal Akibat Gempa Sulawesi Barat Mencapai 81 Orang
Senin, 18 Januari 2021 - 06:48 WIB
loading...
Hingga Minggu (17/1/2021) pukul 20.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 di Sulawesi Barat, mencapai 81 orang meninggal dunia. Foto/Dok. BNPB
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan data hingga Minggu (17/1/2021) malam, pukul 20.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 menjadi 81 orang.
Baca juga: Persatuan Cendekiawan Muslim Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa Majene dan Mamuju
Rincian korban gempa yang terjadi pada Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat, yakni sebanyak 70 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju, dan 11 orang di Kabupaten Majane.
"BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, serta Kabupaten Polewali Mandar, terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI dan Polri, Basarnas, serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak," tegas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.
Dalam siaran pers tertulisnya, Raditya Jati menyebutkan, Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data kerugian materil di Kabupaten Majene, antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan, serta 15 unit sekolah terdampak.
Baca juga: Persatuan Cendekiawan Muslim Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa Majene dan Mamuju
Rincian korban gempa yang terjadi pada Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat, yakni sebanyak 70 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju, dan 11 orang di Kabupaten Majane.
"BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, serta Kabupaten Polewali Mandar, terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI dan Polri, Basarnas, serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak," tegas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.
Dalam siaran pers tertulisnya, Raditya Jati menyebutkan, Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data kerugian materil di Kabupaten Majene, antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan, serta 15 unit sekolah terdampak.
Lihat Juga :